BREAKING NEWS
 

Hormati Penundaan Retreat

Gerindra Pastikan Komunikasi Prabowo-Mega Tetap Hangat

Reporter : BOY SAKTI HAPSORO
Editor : WIDIA SAPUTRA
Selasa, 25 Februari 2025 07:30 WIB
Sekretaris Jenderal Partai Gerindra, Ahmad Muzani. (Foto: Istimewa)

RM.id  Rakyat Merdeka - Partai Gerindra menggaransi, komunikasi Presiden Prabowo Subianto dengan Ketua Umum PDI Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri, baik-baik saja. Terkait instruksi kepada kadernya yang menjadi Kepala Daerah kader menunda ikut retreat di Akademi Militer (Akmil) Magelang, tak jadi soal.

"Saya kira nggak (mempengaruhi). Saya kira hubungannya baik," ujar Sekretaris Jenderal Partai Gerindra, Ahmad Muzani di Istana Kepresidenan Jakarta Pusat, Senin (24/2/2025).

Ketua MPR ini menegaskan, peristiwa penahanan Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), tidak mempengaruhi hubungan dua tokoh bangsa ini. Prabowo-Megawati diyakini tetap berkomunikasi dengan baik. "Setahu saya baik," katanya.

Baca juga : Kemenkum Ajukan Amnesti Tujuh Anggota KKB Papua

Sementara, Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Budi Djiwandono menganalogikan ketika seorang kader partai menjadi kepala dae­rah terpilih dari sebuah produk demokrasi, maka kader tersebut tidak hanya mewakili partai, tetapi juga rakyat.

Idealnya, kepala daerah mengikuti agenda berbasiskan kepentingan masyarakat. Termasuk, retret kepala daerah. “Tidak mementingkan mungkin mereka berasal dari partainya," kata Budi.

Adsense

Keponakan Prabowo ini mengamini, setiap partai politik memiliki aturan main dan kewenangan. Namun, ketika sudah terpilih men­jadi pejabat publik, maka pejabat tersebut memiliki tugas untuk memimpin suatu daerah.

Baca juga : Kemenangan Ratu Zakiyah Akhirnya Dibatalkan MK

Wakil Ketua Komisi IV DPR itu meyakini, kepala daerah memiliki visi besar untuk mema­jukan daerah yang dipimpinnya. Anak buah Prabowo Subianto ini berharap para kepala daerah tetap pada komitmen mement­ingkan rakyat.

Sebelumnya, Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri menginstruksikan seluruh kepala daerah dan wakil kepala daerah terpilih dari PDIP menunda keberangkatan mereka menuju Akademi Militer (Akmil) Magelang, Jawa Tengah, untuk melakukan retret dari tanggal 21 sampai 28 Februari 2025.

Instruksi ini disampaikan melalui surat bernomor 7294 /IN/DPP//2025 pada Kamis (20/2/2025) bertanda tangan Mega. Dalam surat ini, Mega meminta para kader menunda keberangkatan mereka dalam agenda retret kepala daerah yang diinstruksikan Presiden RI Prabowo Subianto.

Baca juga : Semoga Program 3 Juta Rumah Tidak Terkendala

Megawati mengatakan kepu­tusan ini diambil dengan mem­pertimbangkan AD-ART PDIP, khususnya Pasal 28 Ayat 1, yang menyebutkan Ketua Umum me­miliki kewenangan penuh dalam mengendalikan kebijakan dan instruksi partai.

"Kepala daerah dan wakil kepala daerah untuk menunda perjalanan yang akan mengikuti retret di Magelang pada tanggal 21-28 Februari 2025. Sekiranya telah dalam perjalanan menuju Kota Magelang untuk berhenti dan menunggu arahan lebih lanjut dari Ketua Umum," tulis dalam surat tersebut, Jakarta, Kamis (20/2/2025) malam.

Selanjutnya, Megawati me­minta para kader yang sudah dalam perjalanan bisa meng­hentikan sementara aktivitas mereka. Mereka pun diharapkan bisa bersiap sambil menunggu instruksi selanjutnya. "Tetap berada dalam komunikasi aktif dan stand by commander call," lanjut bunyi surat.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense