BREAKING NEWS
 

PPP Kritik Kebijakan Satu Kelas 50 Siswa Ala KDM

Reporter : BOY SAKTI HAPSORO
Editor : FAQIH MUBAROK
Selasa, 15 Juli 2025 21:19 WIB
Ketua DPP Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Yunus Razak. Foto: Istimewa

RM.id  Rakyat Merdeka - Ketua DPP Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Yunus Razak mengkritik langkah Gubernur Jawa Barat Kang Dedi Mulyadi alias (KDM) atas kuota siswa satu kelas 50 orang untuk proses pembelajaran di sekolah-sekolah di Jawa Barat.

Dia menilai, secara kuantitas terlalu banyak. “Itu tidak manusiawi, pasnya itu 30 siswa, lebih efektif,” kata Yunus, kepada RM.id, Selasa (15/7/2025).

Yunus menganalisa, jika satu kelas dalam proses pembelajaran dilakukan hingga 50 siswa dinilai tidak berkualitas. Pasalnya, satu orang guru bertanggung jawab menyampaikan materi terhadap 50 murid.

“Jangan semata mengejar kuantitas saja, tetapi kualitasnya juga harus terjaga,” tegasnya.

Baca juga : BPJS Ketenagakerjaan Santuni Keluarga PMI Asal Cilacap Yang Meninggal

Menurutnya, banyak pilihan bagi Gubernur Jabar untuk mengejar kuota angka pendidikan. Misalnya, dengan melibatkan dan memberikan peran besar terhadap pesantren.

Metode pendidikan ala pesantren, menurutnya efektif membentuk anak bangsa disiplin dan berkemampuan.

Adsense

Jangan sampai, katanya, pemaksaan kuota 50 siswa per kelas ini membuat pesantren semakin kesulitan mendapatkan calon santri.

Harapannya, Gubernur KDM seimbang dalam membangun pendidikan di Jawa Barat. “Sejauh ini, banyak pesantren mandiri, tidak merepotkan Pemerintah,” tegasnya.

Baca juga : Prabowo & Pangeran MBS Teken Kesepakatan Tata Kelola DKT

Sebelumnya, Gubernur KDM mengatakan ada 384 kelas di Jawa Barat yang akan diisi hingga 50 siswa. Jumlah total SMA dan SMK Negeri di Jawa Barat mencapai 801 sekolah dengan 8.727 ruang kelas. Kendati demikian, tidak semua kelas akan menampung 48-50 siswa.

"Yang digunakan muridnya 48 sampai 50 itu hanya 348 kelas," ujar KDM melalui Instagram Dinas Pendidikan Jawa Barat @disdikjabar, dikutip Minggu (13/7/2025).

"Nah kalau bertanya lagi 384 kan nanti panas Kang Dedi, insyaallah nanti mau dikirim AC ke sekolah-sekolah," imbuhnya.

Mantan Bupati Purwakarta itu mengatakan, akan banyak pihak lagi yang memberikan sumbangan demi kepentingan masyarakat Jawa Barat.

Baca juga : Fraksi Gerindra Dukung Kebijakan Stimulus Ekonomi

"Insyaallah nanti saya dan teman-teman juga akan pasang-pasang. Insyaallah kalau kita kerja sama gotong royong untuk pendidikan, semua masalah akan selesai," pungkasnya.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense