Dark/Light Mode

Baiq Core by BSI Bantu Kelola Dana Ziswaf 800 OPZ

Rabu, 28 Mei 2025 20:21 WIB
BSI. (Foto: BSI)
BSI. (Foto: BSI)

RM.id  Rakyat Merdeka - PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) turut men-support transformasi digital bagi Organisasi Pengelola Zakat (OPZ). Yakni, melalui penyediaan core system manajemen keuangan dan transparansi pengelolaan dana Ziswaf (Zakat, Infak, Sedekah dan Wakaf) bertajuk, Baiq Core by BSI.

Langkah tersebut sebagai upaya perusahaan dalam memperkuat Islamic Ecosystem dan peningkatan inklusi keuangan syariah melalui instrumen Ziswaf.

Direktur Sales & Distribution BSI Anton Sukarna mengungkap sejak Baiq Core diluncurkan dua bulan lalu, dana kelolaan Ziswaf di perseroan semakin berkembang. 

“Per April 2025, jumlah kelolaan dana Ziswaf BSI dari berbagai institusi mencapai Rp 2,03 triliun atau naik 34,71 persen secara year to date (ytd) dari Rp 1,50 triliun dari posisi Desember 2024,” sebutnya di Jakarta, Rabu (28/5/2025).

Menurut Anton, tingginya penetrasi literasi serta optimalisasi layanan digital lewat Baiq Core by BSI untuk OPZ. Menjadi salah satu kontributor utama peningkatan dana kelolaan Ziswaf. 

Baca juga : YBM PLN UIP JBB Bantu Pelunasan Biaya Pendidikan Siswa Dhuafa Di Depok

Saat ini, terdapat sekitar 800 OPZ yang sudah bekerjasama dengan BSI. Mereka menggunakan coresystem Baiq Core dalam mengelola operasional pengelola  zakat. 

Dia meyakini, langkah yang dilakukan oleh BSI melalui Baiq Core dapat menjadi andil besar dalam memperkuat ekosistem halal dari sektor keuangan. Baiq CORE merupakan layanan web based terintegrasi yang di-support oleh BSI untuk OPZ.  

“Hadirnya Baiq CORE by BSI kami harap memudahkan pencatatan keuangan, pengelolaan sumber daya manusia [SDM], serta monitoring dana secara jelas, akuntabel dan transparan,” ucapnya.

Hal ini sejalan dengan semangat BSI untuk menjadi Sahabat Finansial, Sahabat Sosial dan Sahabat Spiritual, serta untuk memberikan andil dalam penguatan ekosistem halal di Indonesia.

Anton menjelaskan, Baiq Core by BSI mendukung kebutuhan lembaga zakat maupun Lembaga filantropi OPZ dalam pencatatan transaksi, transparansi arus keuangan, hingga penerapan tata kelola yang baik (good corporate governance/GCG). 

Baca juga : Lewat wondr by BNI, Mobile Banking Manjakan Nasabah

Hal tersebut dapat mereduksi sejumlah isu yang kerap dihadapi oleh OPZ. Seperti tata kelola keuangan belum terstandardisasi, maupun core system yang belum terintegrasi.

“Baiq CORE by BSI ini memang hadir sebagai platform yang menjadi solusi untuk lembaga zakat dalam mengelola flow keuangan,” katanya.

Mulai dari pencatatan, cashflow keuangan, hingga transparansi data yang berada dalam satu sistem yang terintegrasi.

Dalam hal solusi untuk tata kelola, Baiq Core memberikan laporan sesuai dengan Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) 409, yang antara lain mengatur tentang pengakuan, pengukuran, penyajian, dan pengungkapan ZIS. Dengan demikian, laporan yang dihasilkan menjadi audit yang siap dan komprehensif.

Terkait proses, Baiq CORE dibekali modul lengkap meliputi 17 modul dan 38 submodul, sedangkan untuk solusi permasalahan sistem, Baiq CORE hadir dengan modul yang terintegrasi cloudbase dan software As a Service (SAAS). 

Baca juga : Dana Kelolaan Ziswaf BSI Tumbuh 20,55 Persen

Anton berharap, melalui kehadiran platform Baiq Core, ekosistem Islam semakin kuat dan mumpuni, serta semakin konsisten dalam menghadirkan transformasi digital bagi para stakeholder pengelola dana umat. 

Peran BSI membangun literasi digital bagi Organisasi dan Lembaga zakat nantinya diharapkan akan bertransaksi lewat bank syariah. “Karena dana yang dikelola adalah dana umat terkait zakat, kami mengharapkan transaksi yang memenuhi prinsip-prinsip syariah dari hulu hingga hilir,” tutupnya. 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.