BREAKING NEWS
 

Gajah Merah Hitam, Pacu Jalur Jokowi Untuk PSI

Reporter : AHMAD LATHIF ROSYIDI
Editor : OKTAVIAN SURYA DEWANGGA
Sabtu, 19 Juli 2025 20:23 WIB
Foto: Ist.

RM.id  Rakyat Merdeka - Sabtu, 19 Juli 2025, Presiden ke-7 Republik Indonesia, Joko Widodo, melangkah ke Gedung Graha Saba Buana, Solo.

Dengan percaya diri, Jokowi menghadiri Kongres Nasional Partai Solidaritas Indonesia (PSI). Bukan sekadar seremoni. Bukan basa-basi. Tapi sebuah pernyataan sikap politik yang terang-benderang.

Di tengah gemuruh yel-yel “Jokowi Masuk PSI” yang tak henti menggema, Jokowi hadir mengisi sesi diskusi terbuka. Kehadirannya jelas membawa pesan kebangsaan yang menggema kuat di antara ribuan kader muda PSI.

Sebuah dukungan moral, sekaligus dorongan transformatif bagi partai yang tengah berbenah dan bersiap menjemput era baru.

Sekretaris Jenderal DPP PSI, Raja Juli Antoni, menyebut kedatangan Jokowi sebagai “energi dan vitamin” bagi partai.

Bagi PSI yang tengah menempa jati diri sebagai partai politik progresif, kehadiran Jokowi bukan hanya kehormatan, tetapi juga validasi.

Seorang mantan Presiden dua periode yang selama ini menjadi simbol kepemimpinan rakyat, kini memberikan restu bagi partai yang ingin berdiri tegak di jalur antikorupsi, keberpihakan kepada generasi muda, dan keterbukaan.

Baca juga : PSI Jateng Senang Kalau Jokowi Mau Jadi Ketum

Tak berhenti di situ. Jokowi pun menyampaikan apresiasinya terhadap konsep “Partai Super Tbk” milik PSI yakni partai yang terbuka, milik bersama, dan dikelola secara modern.

“Partai yang milik seluruh anggota, terbuka untuk semuanya, dan yang paling penting ada pemilu raya dengan e-voting, satu anggota satu suara. Ini hal yang sangat baik,” ujar Jokowi dalam pidatonya.

Lebih dari sekadar pujian, ini adalah tantangan. Bahwa PSI tidak boleh hanya berhenti di level jargon. Ia harus menjadi pelopor dalam tata kelola partai yang transparan dan profesional, sesuai standar demokrasi modern.

Kongres ini juga menjadi panggung penting untuk regenerasi kepemimpinan. Untuk pertama kalinya dalam sejarah PSI, pemilihan ketua umum dilakukan secara e-voting, melibatkan 187.306 anggota aktif.

Tiga kandidat bersaing: Ronald A. Sinaga, Agus Mulyono Herlambang, dan Kaesang Pangarep, putra bungsu Presiden Jokowi.

Hasilnya, Kaesang terpilih secara sah sebagai Ketua Umum PSI periode 2025–2030. Proses ini diapresiasi Jokowi sebagai bentuk demokrasi internal yang sehat.

Adsense

“Dalam pemilihan, dalam berdemokrasi, maka siapa menang harus kita hormati. Yang kalah, nanti bisa nyoba lagi,” ujarnya bijak, memberi contoh sikap kenegarawanan, bahkan dalam lingkup keluarga.

Baca juga : Darmizal Beberkan 9 Alasan Jokowi Pantas Jadi Ketum PSI

Pemilihan Kaesang tentu menimbulkan pro dan kontra. Namun yang tak terbantahkan, proses yang terbuka dan partisipatif ini memberi angin segar bagi demokrasi internal partai di Indonesia yang selama ini cenderung tertutup.

Selain pemilihan ketua umum, kongres ini juga menandai peluncuran logo baru PSI: gajah merah-hitam, simbol yang merepresentasikan kekuatan, keteguhan, dan ingatan panjang.

Gajah Super Tbk menjadi identitas baru yang menandai transformasi dan rebranding total PSI di bawah kepemimpinan Kaesang.

Meski PSI gagal menembus ambang batas parlemen dalam Pemilu 2024 (hanya meraih 2,81 persen suara nasional), tren kenaikan suara menunjukkan potensi pertumbuhan yang tak bisa diabaikan.

Terutama bila PSI benar-benar mampu menjawab tantangan tata kelola, rekonsiliasi publik, dan kerja nyata di akar rumput.

Pernyataan Jokowi bahwa dirinya siap membantu membesarkan PSI menandai babak baru. Ini bukan sinyal samar, melainkan komitmen eksplisit. Ia akan memainkan semua kekuatan dan modal politik yang dimilikinya demi kebesaran partai ini.

Langkah Jokowi memilih PSI sebagai platform masa depan adalah bentuk keteguhan sikap di tengah gempuran politik, serangan sistemik, bahkan kampanye hitam terhadap dirinya dan keluarganya.

Baca juga : NasDem Hormati Keputusan Jokowi Jika Gabung PSI

Ia tahu, diam atau bergerak pun serangan akan tetap datang. Maka lebih baik memilih bertindak dan membangun fondasi politik formal daripada sekadar menonton.

Dengan struktur partai yang terbuka, sistem pemilihan demokratis, dan semangat generasi muda yang menyala, PSI kini memiliki panggung dan peluang. Apakah ini awal dari konsolidasi kekuatan politik Jokowi? Bisa jadi.

Tapi lebih dari itu, ini adalah ujian nyata: apakah PSI benar-benar mampu bekerja menerjemahkan simbolisme politik menjadi kerja nyata dan kepercayaan publik sebagaimana hal itu juga ditekankan berulang-ulang oleh Jokowi.

Akhir kata, selamat mengemban amanat, Mas Kaesang. Selamat bertransformasi, PSI. Rakyat menanti gebrakan Gajah Merah sebagai partai modern dan progresif.

Michael F. Umbas

Penulis, Pendiri Relawan Arus Bawah Jokowi

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense