BREAKING NEWS
 

Gelar Pendidikan Politik Kepada Ratusan Siswa SMA

Demokrat Sulsel: Anak Muda Mesti Paham Soal Demokrasi

Reporter : OSPI DARMA
Editor : ROMDONY SETIAWAN
Selasa, 26 Agustus 2025 07:15 WIB
Ketua DPD Demokrat Sulsel, Nimatullah Erbe. (Foto: Facebook/Nimatullah Erbe)

RM.id  Rakyat Merdeka - Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Demokrat Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel), menggelar pendidikan politik bagi para siswa Sekolah Menengah Atas (SMA) di Makassar, Minggu (24/8/2025). Kegiatan tersebut diikuti oleh perwakilan siswa dari 29 sekolah di Kota Makassar.

Ketua DPD Demokrat Sulsel, Ni'matullah Erbe mengatakan, program pendidikan politik kepada para pelajar akan di­lakukan secara berkelanjutan di seluruh kabupaten/kota di Provinsi Sulsel. Pada kegiatan di Kota Makassar, pihaknya menghadirkan sejumlah pem­bicara, di antaranya Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Sulsel, Jufri Rahman, dan Wakil Bupati Soppeng, Selle KS Dalle.

"Pendidikan politik bagi para pelajar akan kami lakukan di 24 kabupaten/kota di Provinsi Sulawesi Selatan. Semua Dewan Pimpinan Cabang (DPC), atau pengurus tingkat kabupaten/kota Partai Demokrat, akan menggelar kegiatan serupa di wilayah masing-masing," ujar Ni'matullah kepada wartawan, di Makassar, Sulsel, Minggu (24/8/2025).

Pada kegiatan perdana, lanjut dia, DPD dan DPC Demokrat berkoordinasi 29 sekolah di Kota Makassar, meminta pihak sekolah mengirim perwakilan siswa untuk mengikuti keg­iatan pendidikan politik. Setiap sekolah mengutus lima siswa dan seorang guru pendamping, sehingga total peserta dalam ke­giatan itu berjumlah 145 siswa.

Ulla, sapaan akrab Ni’mayullah, mengklaim, kegiatan yang dilakukan pihaknya memberi dampak positif terhadap pendidikan dan pemahaman politik para siswa. Umumnya, kata dia, para siswa disibukan dengan pelajaran dan kegiatan ekstrakurikuler, tapi sangat sedikit mendapatkan pemahaman politik.

Baca juga : Pakai Rompi Orange No. 40 Wajah Gusar, Mulut Ngoceh

"Politik bagian dari pendidi­kan yang harus diketahui sejak dini. Sejak SMA, anak-anak kita harus mengenali politik dan aktor-aktornya. Dengan begitu, mereka tidak mudah terpengaruh hal-hal negatif, seperti menjadi agen politik uang," cetusnya.

Lebih lanjut, Ulla men­gatakan, Demokrat Sulsel ingin melahirkan gagasan baru tentang kesadaran politik masyarakat. Dia meyakini, para siswa yang telah mendapat pendidikan politik dapat menjadi agen pe­rubahan di tengah masyarakat, khususnya lingkungan sekolah.

"Anak muda harus paham demokrasi, dan tidak boleh menjauh dari politik. Mereka memiliki energi besar, waktu yang cukup, serta kemapuan untuk belajar dan memahami berbagai persoalan," tandasnya.

Adsense

Sekretaris DPD Demokrat Sulsel, Haidar Majid menam­bahkan, anak muda tidak boleh menjauh, apalagi alergi dengan dunia politik. Sebab, kurikulum yang dipelajari di sekolah lahir dari keputusan politik.

"Melalui upaya ini, kami para kader Partai Demokrat berharap, mereka kelak bisa menjadi orang-orang hebat, khususnya di Sulsel," ujarnya.

Baca juga : PGN Pastikan Penyaluran Gas 100 Persen Sudah Normal

Melalui pendidikan politik, lanjut Haidar, anak-anak muda Sulsel dapat tumbuh menjadi individu yang paham demokrasi, kritis terhadap isu-isu politik, serta mampu mengambil peran positif dalam masyarakat.

Dalam kesempatan itu, pi­haknya juga memotivasi para siswa, serta melakukan sosialisasi tentang capaian-capaian perjuangan Partai Demokrat di Provinsi Sulsel. "Kami berharap, mereka bukan sekadar mendapat informasi, tapi juga termotivasi untuk mengambil peran positif di tengah masyarakat," imbuhnya.

Sementara, Sekda Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulsel, Jufri Rahman menyampaikan apresiasi terhadap inisiatif Partai Demokrat yang dinilai sejalan dengan upaya Pemerintah dalam meningkatkan literasi politik generasi muda.

"Pendidikan politik merupakan salah satu instrumen penting dalam membentuk karakter pela­jar, sekaligus menumbuhkan ke­sadaran kebangsaan," katanya.

Melalui kegiatan itu, sambung Jufri, para pelajar tidak hanya diperkenalkan dengan konsep politik dan demokrasi, tapi juga didorong untuk memahami hak dan kewajiban mereka sebagai warga negara, serta memiliki kesadaran kritis terhadap dinamika kebangsaan dan kemasyarakatan.

Baca juga : Indonesia Menang Gugatan Di WTO, Uni Eropa Wajib Cabut Bea Imbalan Biodiesel

Dia juga memberi motivasi kepada peserta yang didominasi Generasi Z, agar mereka lebih percaya diri dalam berkontribusi untuk bangsa dan negara. "Saya mengajak anak-anakku sekalian tidak meragukan kemampuan, hanya karena usia. Kalian adalah generasi yang melek digital dan kreatif," cetusnya.

Lebih lanjut, Jufri menilai, pendidikan politik bisa menjadi wadah pembelajaran yang sehat dan inklusif, sekaligus memberi manfaat besar dalam membangun demokrasi yang matang dan berkeadaban di Provinsi Sulsel. "Kegiatan seperti ini adalah langkah nyata untuk bersama-sama menjadika Sul­sel yang lebih demokratis dan sejahtera," pungkasnya. [OSP]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense