BREAKING NEWS
 

Sayangkan Kericuhan Muktamar

Kader PPP: Ada Yang Mau Gagalkan Demokrasi Partai

Reporter & Editor :
FAQIH MUBAROK
Selasa, 30 September 2025 08:13 WIB
Kericuhan di Muktamar X PPP, pada Sabtu (27/9/2025). Foto: Screen Capture Vidoe Keriucuhan Muktamar

RM.id  Rakyat Merdeka - Muktamar X Partai Persatuan Pembangunan (PPP) yang digelar di Jakarta tak hanya diwarnai dinamika politik, namun juga aksi kericuhan yang berujung tindakan kriminal. Sejumlah kader terluka akibat pemukulan dan lemparan kursi.

Sekretaris DPC PPP Kabupaten Merangin, Jambi, Muchlisin, menuding kericuhan itu bukanlah tiba-tiba. Menurutnya, ada pihak yang sengaja menciptakan kekacauan untuk menggagalkan proses demokrasi partai.

"Kalau ada pihak sebelah yakin menang, kenapa harus lempar-lempar kursi? Kalau orang yakin menang, ngapain bikin rusuh? Itu logika paling sederhana," tegas Muchlisin dalam keterangannya, Selasa (30/9/2025).

Baca juga : Paloh: Kuasai Teritori, Bangun Infrastruktur

Dia menyebut aksi brutal itu sebagai skenario lama yang dimainkan oleh pemain-pemain lama yang dikenal luas publik PPP.

Adsense

"Ini kejadian lama yang terulang kembali, dan orang se-Indonesia Raya paham siapa yang memainkan ini," sindirnya.

Lebih jauh, Muchlisin juga menyentil keras pihak tabg kerap berbicara mengatasnamakan PPP di ruang publik. Justru dia menduga kegagalan PPP di Pemilu 2024 tak lepas dari citra buruk yang ditimbulkan oleh orang-orang tersebut.

Baca juga : Pencalonan Ketum Eksternal Lukai Kader PPP Yang Merangkak Dari Bawah

"Karena banyak muncuk di media, akhirnya rakyat menghukum kita di Pemilu. Padahal kami di daerah sudah bekerja keras," ucapnya.

Sebelumnya, Ketua Umum PPP terpilih Muhamad Mardiono, mengecam keras tindakan kriminal yang menyebabkan sejumlah kader mengalami luka di arena Muktamar X PPP, pada Sabtu (27/9/2025).

Dalam insiden tersebut, tiga orang kader yang berasal dari Pandeglang dan Sulawesi Selatan menjadi korban pemukulan dan lemparan kursi. Dua di antaranya mengalami luka serius, salah satunya sobek di bibir hingga mengenai gigi, sementara korban lain menderita sobek di pelipis kanan dan retak di bagian rahang atas.

Baca juga : Muktamar X PPP, Mardiono Sudah Kantongi 33 Dukungan Dari DPW

"Ini tindakan kriminal yang mencederai demokrasi. Kita sedang melaksanakan proses konstitusi untuk memperkuat demokrasi, tapi ada pihak-pihak yang justru merusaknya dengan cara-cara anarkis. Saya sudah minta aparat kepolisian untuk mengusut tuntas pelaku dan memprosesnya secara hukum," tegas Mardiono saat mengunjungi para korban di Rumah Sakit.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense