BREAKING NEWS
 

Resmikan Kantor Baru Hanura & Sekber GKSR

OSO: Hilangnya Suara Rakyat di Pemilu Tak Boleh Dianggap Sepele

Reporter : FAQIH MUBAROK
Editor : UJANG SUNDA
Jumat, 9 Januari 2026 08:50 WIB
Ketua Umum Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) Oesman Sapta (OSO) meresmikan Kantor DPP Hanura yang baru sekaligus merayakan HUT ke-19 Partai Hanura di Jalan Proklamasi Nomor 81, Jakarta Pusat, Kamis (8/1/2026). (Foto: Dok. Hanura)

RM.id  Rakyat Merdeka - Ketua Umum Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) Oesman Sapta (OSO) meresmikan kantor baru DPP Hanura, di Jalan Proklamasi Nomor 81, Jakarta Pusat, Kamis (8/1/2026). Peresmian ini sekaligus memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-19 Partai Hanura.

OSO menyatakan, HUT partai yang biasanya digelar di hotel dan dirayakan secara akbar. Namun, kali ini Hanura memilih menggelar acara dengan penuh kesederhanaan.

"Ini tak seperti biasanya, (yang digelar) di gedung besar. Sekarang digelar sederhana sekaligus syukuran kantor baru. Sebab, menyesuaikan dengan kondisi saudara-saudara kita dan kepedulian kita terhadap korban bencana," kata OSO, saat menyampaikan pidato.

Secara simbolis, OSO memotong tumpeng yang kemudian diberikan kepada Dewan Pakar, Penasihat, Dewan Kehormatan, serta jajaran fungsionaris partai. "Mari, di HUT Hanura ini, semua kader berdoa untuk saudara kita yang terkena musibah, agar diampuni dosanya, ditolong bersama-sama," ajaknya.

Peresmian kantor baru DPP Hanura ini, sambung OSO, juga tidak berlebihan. Harapannya, gedung baru ini jadi tempat bekerja untuk merancang rencana-rencana jangka pendek maupun jangka panjang menuju Pemilu 2029.

"Dengan gedung baru, harapannya, daerah juga kantor-kantor DPD semakin kuat. Struktural kepartaian semakin jalan. Kerja, kerja, kerja," jelasnya.

Baca juga : Top, RI Jadi Presiden Dewan HAM PBB

Hanura, ungkap OSO, juga punya logo dan mars baru hasil menyeleksi panitia. Logo dan mars baru ini akan segera diluncurkan. "Ini juga jadi semangat baru untuk kita," tambahnya.

Dalam kesempatan ini, OSO meminta kader Hanura memegang teguh tagline partai dalam membangun daerah, yakni: Daerah Berjaya, Indonesia Sejahtera. "Karena tak ada Indonesia makmur, jika daerah belum makmur," pesannya.

Secara khusus, dia juga mengimbau kader Hanura membantu korban bencana banjir dan longsor di Sumatera. OSO sudah memerintahkan seluruh DPD, utamanya DPD terdampak, bergerak sejak awal bencana. Namun, dia mewanti-wanti para kader tidak sekali-kali mencari popularitas dari gerakan kepedulian Hanura.

"Bantu tanpa mencari popularitas. Tulus dan ikhlas dengan semangat hati nurani. Kami sudah perintahkan Ibu Lili Pintauli Siregar menggerakkan bantuan dengan tak gembar-gembor. Sekecil apapun, pasti besar nilainya untuk saudara kita yang tertimpa bencana," paparnya.

Adsense

OSO pun mengajak seluruh pihak menghindari keributan di tengah bencana. Kata dia, yang perlu dilakukan adalah terus membangun solidaritas serta senantiasa membangkitkan semangat persatuan.

"Bersatu, tidak perlu saling tuding. Mari bersama membantu mereka. Terus tolong, jangan malah diperdebatkan," pesannya.

Resmikan Kantor Sekber GKSR

Baca juga : 2025, MBG Serap Anggaran 51 Triliun

Di hari yang sama, OSO bersama tujuh pimpinan partai politik nonparlemen meresmikan Sekretariat Bersama (Sekber) Gerakan Kedaulatan Suara Rakyat (GKSR) di Jalan H.O.S Tjokroaminoto, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (8/1/2026). Sekber ini diisi delapan partai nonparlemen yaitu Partai Hanura, Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Partai Perindo, Partai Kebangkitan Nusantara (PKN), Partai Buruh, Partai Bulan Bintang (PBB), Partai Ummat, dan Partai Berkarya.

Sekber GKSR dibentuk untuk memperjuangkan suara rakyat yang hilang pada Pemilu 2024. Dalam sambutannya, OSO menegaskan, pembentukan Sekber GKSR bukan koalisi politik. Melainkan kerja sama politik yang menjadikan posisi semua pihak setara.

"Kalau koalisi itu ada yang jadi ketua, bertanggung jawab dan mempunyai hak veto. Kalau kerja sama politik itu tidak ada hak veto," ujarnya.

Menurut OSO, melalui kerja sama politik ini, seluruh partai memiliki hak yang sama untuk menyampaikan usulan dan gagasan, terutama dalam upaya menyelesaikan persoalan hilangnya suara pemilih dalam Pemilu.

Mantan Wakil Ketua MPR ini menyoroti besarnya jumlah suara rakyat hasil Pemilu 2024 yang tidak terakomodasi menjadi kursi di DPR. Jumlahnya mencapai 17 juta suara. Angka tersebut, kata OSO, tidak boleh dianggap sepele.

"Satu suara saja nggak boleh hilang, apalagi 17 juta. Ini kalau dibiarkan, bisa menjadi 50 persen," ucapnya.

Baca juga : 11 Daerah Terdampak Bencana Normal Lagi

OSO menambahkan, Sekber GKSR mengusung simbol kepalan tangan bersatu. Menurut dia, gerakan ini menjadi wadah bagi suara rakyat yang tidak terwakili di parlemen. 

"Ini satu kekuatan yang mewakili rakyat yang 17 juta suaranya tidak terakomodir. Jangan main-main dengan 17 juta itu. Kalau orang punya perasaan, punya hati, pasti dia nggak rela suaranya hilang sampai 17 juta," tegasnya.

Sekber GKSR ini, kata OSO, akan digunakan sebagai tempat merumuskan pandangan partai-partai nonparlemen atas isu-isu terkini. Seperti Parliamentary Threshold hingga isu penyelenggaraan Pilkada langsung atau via DPRD.

"Kami baru resmikan ini. Seperti apa sikap kami terhadap isu terkini, itu akan didiskusikan secara setara di Sekber. Termasuk menyiapkan langkah dan strateginya," pungkasnya.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense