RM.id Rakyat Merdeka - Partai Amanat Nasional (PAN) menunjukkan cara berbeda dalam membekali kadernya. Melalui Workshop Nasional Fraksi DPRD PAN se-Indonesia di Jakarta, sejak Minggu (7/6/2026), ribuan anggota DPRD PAN dari berbagai daerah diajak belajar langsung soal pengelolaan sampah.
Tak seperti forum politik pada umumnya, kegiatan bertajuk “Bantu Rakyat Pilah Sampah” itu menghadirkan komunitas pengelola sampah, bank sampah kreatif, hingga petugas kebersihan sebagai narasumber utama. Para legislator PAN mendapat pelatihan mengenai pemilahan sampah, pengolahan sampah plastik menjadi produk bernilai ekonomi, hingga memahami persoalan sampah dari hulu ke hilir.
Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan mengatakan, para anggota dewan sengaja ditempatkan sebagai peserta yang belajar langsung dari para pejuang lingkungan dan petugas kebersihan.
“Yang menjadi guru kami hari ini justru para petugas kebersihan dan rekan-rekan komunitas di lapangan. Anggota dewan datang untuk mendengarkan dan menyerap ilmu, bukan sebaliknya,” kata pria yang akrab disapa Zulhas, di Jakarta, Senin (8/6/2026).
Menurut Zulhas, persoalan sampah merupakan masalah yang paling dekat dengan kehidupan masyarakat sehari-hari. Karena itu, penyelesaiannya harus dimulai dari sumbernya, yakni membangun kebiasaan memilah sampah sejak dari rumah tangga, sekolah, kantor, hingga pelaku usaha.
Baca juga : Maraton Gelar Musda, Golkar Papua Tengah Benahi Struktur Hingga Tingkat Desa
Dia mengingatkan, persoalan sampah kini tidak lagi sekadar menyangkut kebersihan kota. Dampaknya telah meluas ke sektor kesehatan dan lingkungan.
Zulhas menyinggung laporan Emmett Institute UCLA yang dirilis pada April 2026. Dalam laporan tersebut, TPST Bantargebang tercatat sebagai penyumbang emisi gas metana terbesar kedua di dunia sepanjang 2025.
“Ini bukan lagi sekadar soal estetika pemandangan kota, tetapi menyangkut isu kesehatan dan masa depan anak cucu kita. Karena itu, saya minta semua kader pulang membawa pekerjaan rumah yang konkret untuk daerahnya masing-masing, bukan sekadar selesai di seremoni kegiatan,” tegasnya.
Melalui workshop tersebut, Fraksi PAN di berbagai daerah juga diarahkan untuk memperkuat fungsi legislasi dalam mendukung kebijakan Presiden Prabowo Subianto di sektor lingkungan. Salah satunya dengan mengawal implementasi Peraturan Presiden Nomor 109 Tahun 2025 tentang Penanganan Sampah Perkotaan melalui Pengolahan Sampah Menjadi Energi Terbarukan.
Dalam kesempatan yang sama, Wakil Ketua DPD PAN Biak Numfor, Nikolas Oto, berharap Pemerintah memberikan perhatian lebih terhadap kebutuhan fasilitas pengolahan sampah di daerahnya.
Baca juga : Bos OJK: Stabilitas Sektor Keuangan Masih Terjaga
Menurut Nikolas, persoalan sampah di Kabupaten Biak Numfor masih menjadi tantangan besar karena keterbatasan sarana dan prasarana pendukung.
Dia menjelaskan, pengiriman sampah atau material daur ulang ke Jakarta membutuhkan biaya yang sangat besar. Karena itu, pengolahan sampah langsung di daerah dinilai jauh lebih efektif dan efisien.
“Di daerah kami sebenarnya pernah tersedia alat pengolahan sampah, namun saat ini kondisinya sudah rusak dan tidak dapat berfungsi secara optimal. Karena itu, kami sangat berharap adanya bantuan fasilitas atau peralatan pengolahan sampah yang dapat dimanfaatkan masyarakat di Biak,” ujarnya.
Nikolas menilai workshop yang digelar PAN menjadi momentum penting untuk memperkuat komitmen dalam menciptakan lingkungan yang lebih bersih sekaligus mendorong pengelolaan sampah berbasis daur ulang.
Dia berharap program-program lingkungan yang dibahas dalam kegiatan tersebut dapat diwujudkan secara nyata di daerah, khususnya di Kabupaten Biak Numfor.
Baca juga : Kebon Kosong Sudah Dua Kali Dilalap Api, Alarm Pencegahan Kudu Jadi Prioritas
“Harapan kami setelah mengikuti kegiatan ini adalah adanya tindak lanjut berupa program bantuan fasilitas pengolahan sampah dan daur ulang. Dengan begitu, sampah yang selama ini menjadi persoalan dapat diolah menjadi sesuatu yang bermanfaat dan bernilai ekonomi bagi masyarakat,” katanya.
Melalui program “Bantu Rakyat Pilah Sampah”, PAN berharap dapat memperkuat kolaborasi antara Pemerintah, masyarakat, komunitas lingkungan, dan berbagai pemangku kepentingan untuk mewujudkan lingkungan yang bersih, sehat, serta berkelanjutan. [BSH]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.