Dark/Light Mode

Jemaah Haji Bergeser Ke Madinah, Hotel Mewah Menanti

Senin, 8 Juni 2026 08:59 WIB
Sebagian jemaah haji di Makkah bersiap berangkat ke Madinah. (Foto: Rusma/RM)
Sebagian jemaah haji di Makkah bersiap berangkat ke Madinah. (Foto: Rusma/RM)

Laporan Wartawan Rakyat Merdeka Muhammad Rusmadi dari Tanah Suci, Makkah

RM.id  Rakyat Merdeka - Fase pemindahan jemaah haji Indonesia gelombang kedua dari Makkah menuju Madinah resmi dimulai pada Minggu (7/6/2026). Sebanyak 14 kelompok terbang (kloter) dengan total sekitar 5.499 jemaah berangkat pada hari pertama pelaksanaan pendorongan tersebut.

Pergerakan jemaah menuju Madinah menjadi bagian tahapan akhir rangkaian ibadah haji sebelum para jemaah kembali ke Tanah Air. Di Madinah, para jemaah akan menjalani masa tinggal sambil beribadah di Masjid Nabawi dan mengunjungi sejumlah lokasi bersejarah.

Kepala Daerah Kerja Makkah Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi, Ihsan Faisal mengatakan, proses keberangkatan dilakukan secara terjadwal mulai pukul 07.00 hingga 18.00 Waktu Arab Saudi.

Menurutnya, tidak ada pemberangkatan yang dilakukan pada malam hari. Namun, sebagian jemaah yang berangkat pada sore hari kemungkinan baru tiba di Madinah pada malam hari.

“Tidak ada perjalanan malam. Kecuali kalau waktu sampai ke Madinah mungkin malam. Kalau yang start dari sininya sore,” katanya kepada Media Center Haji.

Ihsan menjelaskan, seluruh proses perpindahan jemaah telah mengikuti prosedur operasional standar yang telah disiapkan jauh hari sebelumnya. Petugas sektor berkoordinasi dengan pengelola markaz maupun syarikah untuk memastikan seluruh dokumen dan kebutuhan perjalanan jemaah siap sebelum keberangkatan.

Menurutnya, pola keberangkatan ini hampir sama dengan proses kedatangan jemaah dari Madinah ke Makkah pada awal musim haji.

Baca juga : Timnas Iran Dilarang Nginap di Amerika

Sehari sebelum keberangkatan, seluruh dokumen perjalanan jemaah telah dipersiapkan dan diserahkan sesuai jadwal yang ditetapkan. Bus pengangkut jemaah juga sudah berada di hotel sekitar empat jam sebelum waktu keberangkatan.

Selain dokumen perjalanan, koper besar milik jemaah diberangkatkan secara terpisah menggunakan kendaraan khusus. Setelah seluruh administrasi dan barang bawaan selesai diproses, jemaah diberangkatkan dari hotel sesuai jadwal yang telah ditentukan.

Pada hari pertama, kloter yang diberangkatkan meliputi JKG 18, KJT 21, SUB 57, JKS 13, SUB 58, LOP 12, SUB 59, UPG 22, SUB 60, BTJ 2, PDG 12, SOC 44, SOC 45, dan SUB 62.

Sementara itu, menjelang kedatangan ribuan jemaah tersebut, Wakil Menteri Haji dan Umrah Republik Indonesia, Dahnil Anzar Simanjuntak, melakukan peninjauan langsung ke sejumlah fasilitas akomodasi yang akan ditempati jemaah di Madinah.

Usai menunaikan shalat dzuhur di Masjid Nabawi pada Sabtu (6/6/2026), Dahnil berjalan kaki menuju Millennium Al Aqeeq Hotel yang berjarak sekitar 50 meter dari kompleks masjid.

Kunjungan itu dilakukan untuk memastikan kesiapan layanan dan fasilitas hotel yang akan digunakan jemaah haji reguler gelombang kedua mulai Minggu.

Saat tiba di hotel, Dahnil melihat kondisi lobi yang cukup padat karena para penghuni baru saja kembali dari Masjid Nabawi. Antrean terlihat di sejumlah lift yang digunakan para tamu hotel.

Karena antrean cukup panjang, Dahnil memilih menggunakan tangga untuk meninjau fasilitas restoran dan kamar hotel. Dia kemudian melihat langsung ruang makan yang akan digunakan jemaah Indonesia selama berada di Madinah.

Baca juga : DPR-Pemerintah-BI Bersatu Kuatkan Rupiah

Menurutnya, fasilitas restoran yang tersedia sangat memadai dan layak untuk memberikan pelayanan terbaik kepada jemaah.

Peninjauan kemudian dilanjutkan ke area kamar. Petugas akomodasi menjelaskan bahwa hotel tersebut menyediakan beberapa tipe kamar dengan kapasitas dua, tiga, hingga empat tempat tidur.

Setelah melihat salah satu kamar berkapasitas dua tempat tidur, Dahnil menilai kualitas fasilitas yang tersedia sangat baik dan memberikan kenyamanan bagi jemaah.

Meski demikian, dia mengingatkan agar pengaturan kamar dilakukan secara normatif dan tidak berdasarkan permintaan khusus dari jemaah.

Dia juga meminta agar kamar-kamar terbaik diprioritaskan bagi jemaah lanjut usia serta jemaah yang memiliki kebutuhan khusus.

“Kalau bisa fasilitas yang bagus ini, utamakan yang sepuh-sepuh lansia,” ujarnya kepada petugas akomodasi yang mendampinginya.

Dalam kesempatan tersebut, Dahnil juga bertemu sejumlah jemaah haji khusus yang masih menginap di hotel tersebut. Kepada mereka, dia menjelaskan bahwa mulai Minggu hotel yang sama juga akan ditempati oleh jemaah haji reguler Indonesia.

Dengan nada bercanda, Dahnil menyampaikan bahwa jemaah reguler kini dapat menikmati fasilitas yang selama ini identik dengan layanan haji khusus.

Baca juga : Prabowo: Saya Sering Diejek, Nggak Apa-apa

Menurutnya, sekitar 16.930 jemaah haji reguler Indonesia akan menempati hotel berbintang empat dan lima yang lokasinya sangat dekat dengan Masjid Nabawi.

Dia menyebut kondisi tersebut menjadi salah satu capaian penting dalam peningkatan kualitas layanan haji Indonesia.

“Ini dalam sejarah perhajian kita baru kali ini jemaah kita totalnya hampir 17 ribu orang menikmati hotel berbintang empat dan bintang lima,” katanya.

Menurutnya, sejumlah hotel yang digunakan antara lain Millennium Al Aqeeq, Hilton, Makarem, dan Front Taiba yang selama ini lebih banyak ditempati jemaah haji khusus maupun tamu dari negara lain.

Dahnil menegaskan peningkatan kualitas akomodasi merupakan bagian dari komitmen Pemerintah untuk terus memperbaiki penyelenggaraan ibadah haji dari tahun ke tahun.

Dia berharap peningkatan layanan tersebut dapat memberikan kenyamanan lebih besar kepada jemaah sekaligus menjadi standar baru dalam penyelenggaraan haji Indonesia pada masa mendatang.

Selain itu, hotel-hotel yang berlokasi paling dekat dengan Masjid Nabawi akan diprioritaskan bagi jemaah lansia dan jemaah berkebutuhan khusus agar mereka dapat menjalankan ibadah dengan lebih mudah dan nyaman.

Dengan dimulainya pendorongan jemaah dari Makkah ke Madinah dan kesiapan fasilitas akomodasi yang telah ditinjau langsung oleh Wamenhaj, fase akhir pelayanan haji Indonesia di Arab Saudi memasuki babak baru yang menandai peningkatan kualitas layanan bagi para tamu Allah. (*)

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.