BREAKING NEWS
 

Sekjen Golkar Ajak NU Perkuat Kebangsaan

Reporter : BOY SAKTI HAPSORO
Editor : ABDUL SHOMAD
Sabtu, 4 Juli 2026 06:50 WIB
Sekretaris Jenderal Partai Golkar Muhammad Sarmuji. (Foto: Instagram/m.sarmuji)

RM.id  Rakyat Merdeka - Partai Golkar mengajak Nahdlatul Ulama (NU) mengurangi keterlibatan dalam politik praktis dan memperkuat perannya dalam politik kebangsaan.

Sekretaris Jenderal Partai Golkar Muhammad Sarmuji mengatakan, selama ini NU sangat lekat dengan politik. Padahal, kata dia, NU akan lebih diperhitungkan jika tampil sebagai kekuatan moral yang mengawal jalannya demokrasi, bukan terjebak dalam persaingan politik elektoral. 

"Tetapi sebagai orang NU yang tidak berada di partai yang identik dengan NU, saya berharap kelekatan NU dengan politik kecil itu dikurangi. Sebaliknya, keterlibatan NU dalam politik besar harus makin diperkuat," kata Sarmuji dalam keterangannya di Jakarta, Jumat (3/7/2026). 

Sarmuji membedakan antara politik praktis yang berorientasi pada perebutan kekuasaan dengan politik kebangsaan yang berfokus menjaga kualitas demokrasi dan kehidupan bernegara. 

Baca juga : Gerindra Minta Kader Jaga Etika Sebagai Pejabat Publik

Menurutnya, ketika NU lebih sibuk menjadi tim sukses atau memikirkan siapa yang akan memenangkan pemilihan presiden, berarti organisasi tersebut sedang terseret ke dalam politik praktis. Sebaliknya, apabila NU mengawal agar proses pemilu berlangsung jujur, adil, dan benar-benar mencerminkan suara rakyat, maka peran politik kebangsaannya justru semakin kuat. 

"NU tentu lebih baik terlibat dalam politik besar, yakni politik kebangsaan, dengan memposisikan diri sebagai civil society yang bisa menasihati negara. Ini yang saat ini sangat kurang," ujarnya. 

Sarmuji menilai, tradisi NU yang santun dan mengedepankan dialog menjadi modal penting dalam menyampaikan kritik kepada pemerintah. Menurut Sarmuji, nasihat akan lebih efektif bila disampaikan secara bijaksana, tanpa konfrontasi. 

Adsense

"Karakter ini sudah dicontohkan Nabi Muhammad SAW. Kalau ingin menasihati pemimpin, lakukan di ruang tertutup. NU punya tradisi seperti itu, bisa menasihati negara tanpa membuat negara tersinggung," katanya. 

Baca juga : BSI Targetkan Masuk List Top 5 Global Islamic Bank

Sarmuji menambahkan, organisasi kemasyarakatan memiliki fungsi penting sebagai penyeimbang kekuasaan. Karena itu, NU dinilai tidak perlu terlalu sibuk memikirkan siapa yang menang dalam pemilu maupun pemilihan presiden. 

"NU tidak perlu khawatir kehilangan berkah politik. Justru NU akan semakin diperhitungkan jika memainkan peran dalam politik kebangsaan," tegasnya. 

Sementara itu, Menteri Haji dan Umrah, Mochamad Irfan Yusuf memastikan, Presiden Prabowo Subianto tidak akan mencampuri proses pemilihan kepemimpinan dalam Muktamar NU. Dia mengatakan, Presiden sangat menghormati kemandirian NU. 

"Beliau tidak akan ikut campur menentukan siapa yang memimpin. Kalau ada yang mengaku didukung Presiden, itu tidak benar," ujar pria yang akrab disapa Gus Irfan. 

Baca juga : 11 Rusun Baru Bakal Dibangun Di Jakarta

Cucu KH Hasyim Asy'ari itu menegaskan, Muktamar NU tidak semestinya berlangsung seperti kongres partai politik yang dipenuhi persaingan keras demi memperebutkan jabatan. Dia berharap, Muktamar NU berlangsung dalam suasana sejuk serta menjunjung tinggi nilainilai yang diwariskan para pendiri organisasi. 

"Itu bukan ciri khas NU. Para kiai pendahulu justru saling menolak dipilih karena menganggap amanah kepemimpinan adalah tanggung jawab besar yang harus dipertanggungjawabkan di dunia dan akhirat," ujarnya. 

Gus Irfan juga berharap, Muktamar ke-35 NU menjadi momentum memperkuat keikhlasan, persatuan, dan kemandirian organisasi. "NU harus tetap menjadi organisasi yang teduh dan bermanfaat bagi umat," katanya. 

Sebagai informasi, Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) telah menetapkan rencana pelaksanaan Muktamar ke-35 NU pada 1-5 Agustus 2026. Keputusan tersebut dimatangkan dalam Musyawarah Nasional Alim Ulama dan Konferensi Besar NU di Ploso, Kediri, akhir Juni lalu. [BSH]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense