RM.id Rakyat Merdeka - Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) I Partai Golkar Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel), Ilham Arief Sirajuddin (IAS) mengungkap kontrak politiknya dengan Ketua Umum Golkar, Bahlil Lahadalia. Menurut dia, Bahlil menginstruksikan DPD Golkar Sulsel mengembalikan kejayaan Partai Beringin dan menambah sebanyak 50 persen raihan kursi Dewan pada Pemilu Legislatif (Pileg) mendatang.
Hal tersebut dilontarkan IAS saat melakukan konsolidasi bersama kader Golkar di Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep) dan Kota Parepare. Road show tersebut menjadi kegiatan perdana IAS setelah terpilih sebagai Ketua Golkar Sulsel, dalam Musyawarah Daerah (Musda) XI DPD I Golkar Sulsel di Hotel Makassar, Sabtu (18/7/2026).
“Kenaikan 50 persen itu menyasar perolehan kursi Golkar di DPR, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) tingkat provinsi, serta DPRD tingkat kabupaten dan kota. Saya akan turun langsung ke seluruh daerah, untuk melakukan konsolidasi dan memperkuat struktur di tingkat akar rumput,” ujar IAS dalam keterangannya, dikutip Selasa (11/8/2026).
Dia menjelaskan, pihaknya akan mengawali kerja dengan melakukan road show ke seluruh DPD II Golkar atau pengurus tingkat kabupaten dan kota se-Provinsi Sulsel. Selain menjadi ajang silaturahmi dan konsolidasi, kegiatan itu bertujuan menyerap masukan kader terkait pelaksanaan Musda DPD II Golkar se-Provinsi Sulsel.
Baca juga : Program Magang Dan Vokasi Game Changer SDM Kita
“Kita tidak boleh buang waktu. Kami sudah menyusun timeline program serta targettarget politik yang akan dicapai di tahun 2029 dan 2030. Saya akan memenuhi kontrak politik dengan Ketua Umum Partai Golkar, yakni mengembalikan kejayaan dan memenangkan partai,” tegasnya.
Lebih lanjut, IAS meminta kader berani menyampaikan kritik dan tidak alergi terhadap masukan. Dia menegaskan, Golkar akan menjadi partai yang kuat, jika seluruh kader dan jajaran pengurus berani mendengar.
“Kritik merupakan instrumen evaluasi untuk memperbaiki organisasi. Ke depan, komunikasi antara pimpinan dan kader tidak boleh berjalan satu arah. Para pengurus harus lebih banyak mendengar. Dengan begitu, kita dapat mengetahui apa yang dirasakan kader dan apa yang menjadi persoalan masyarakat,” tuturnya.
Mantan Wali Kota Makassar itu juga mengingatkan anggota Fraksi Golkar di DPRD, agar tidak menjadi politisi musiman yang muncul menjelang Pemilu. Menurut IAS, anggota Fraksi Golkar merupakan ujung tombak partai dalam memperjuangkan kepentingan rakyat dan pembangunan daerah.
Baca juga : Literasi Dan Inklusi Keuangan Melampaui Target RPJMN
“Golkar harus hadir ketika masyarakat menghadapi persoalan, bukan hanya ketika membutuhkan suara. Kita harus mampu menyerap dan memperjuangkan seluruh aspirasi masyarakat melalui lembaga politik, serta memastikan kepentingan rakyat masuk dalam kebijakan Pemerintah,” cetusnya.
Dalam kesempatan itu, IAS juga membawa pesan politik yang bersentuhan langsung dengan persoalan ekonomi. Dia menyoroti besarnya aktivitas industri di daerah, dan meminta agar pertumbuhan ekonomi tak berhenti pada angka investasi. “Industri boleh besar, ekonomi rakyat di sekitarnya juga harus ikut besar,” imbuhnya.
Menurutnya, masyarakat lokal harus mendapatkan ruang dalam pertumbuhan ekonomi melalui lapangan kerja, UMKM, usaha pendukung industri dan berbagai aktivitas ekonomi lainnya. Sebab itu, harap IAS, politik harus mampu menjembatani kepentingan masyarakat, Pemerintah, dan dunia usaha.
“Kekuatan partai tidak sematamata diukur dari jumlah kursi yang diraih, tapi juga manfaat yang dirasakan masyarakat. Politik harus menghasilkan karya dan manfaat, bukan hanya hadir ketika momentum politik datang,” tegasnya.
Baca juga : Korban Dipantau Dari Bank, Eksekutor Beraksi Di Jalan
Lebih lanjut, IAS mengatakan, pihaknya telah menyiapkan konsolidasi berlapis, untuk mengawal perolehan suara dan kursi Dewan yang diberikan Ketua Umum Golkar.
Setelah menuntaskan road show ke 12 DPD II di Provinsi Sulsel, pihaknya akan memulai tahapan Musda DPD II Golkar, pada pertengahan Oktober hingga Desember 2026. Setelah itu, sambung IAS, DPD I Golkar Sulsel akan menggelar survei ketokohan pada September 2027, untuk menentukan figur yang akan didorong pada Pileg mendatang.
“Komposisi penilaian dirancang 70 persen dari internal Golkar dan 30 persen eksternal. Kita tidak boleh sembarang pasang orang,” tandasnya. [KAL]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.