Sebelumnya
Ditegaskan Kiai Ma'ruf, perilaku cinta dan kasih sayang diantara sesama harus terus dikedepankan dan diutamakan. Bayangkanlah sesama laiknya anggota badan kita sendiri. Jika satu anggota badan merasa sakit, maka anggota badan yang lain pun juga akan sakit. "Ini yang kita pahami. Maka berbeda agama, berbeda suku, tetap kita membangun mawaddah wa rahmah. Bukan saling membenci dan saling memusuhi," kata Kiai Ma'ruf.
Baca juga : Ongkos Politik Besar, Caleg Terpilih Berpotensi Korupsi
Dia bercerita bagaimana memprihatinkannya di sejumlah negara di Timur Tengah. Sesama umat Islam di sana, bisa saling bunuh. Hal itu terjadi di Suriah, Yaman, dan Afghanistan. Kiai asal Banten dan punya darah Madura itu menegaskan, bahwa umat Islam Indonesia tak boleh seperti itu. "Karena kita berpegangan pada prinsipukhuwah islamiyah, sesama umat Muslim, sesama warga negara Indonesia," tandasnya.
Baca juga : Kampanyekan Prabowo Di Detik Akhir, SBY Disamain Film "The Last Samurai"
Sekadar tahu, pernyataan Ma'ruf soal dukungan Yusuf Mansur bukan kali ini saja. Pada akhir Agustus lalu, Yusuf yang bersilaturahmi ke rumah Ma'ruf Amin disebut untuk memberikan dukungan. Bahkan Ma'ruf menyebut, pemilik bisnis Pay Tren itu masuk dalam tim sukses paslon 01. Bahkan pekan kemarin, Yusuf Mansur menyempatkan diri hadir di markas pemenangan Jokowi-Amin untuk wilayah Jawa Timur. Di sana, Yusuf Mansur bertemu dengan Puti Guntur Soekarno dan jajaran pengurus Tim Kampanye Daerah (TKD) Jokowi-Ma'ruf Jawa Timur.
Baca juga : Bangun Pagi, Jokowi Sarapan Harga Sembako
Namun saat ditanyak sikapnya, Yusuf Mansur mengaku masih berada di jalan tengah dalam konteks Pilpres 2019. Ketika itu, dia mengatakan, "Kalau politiknya kan saya masih di jalan tengah. Saya ngademin kanan, saya ngademin kiri, bagaimana saya mengajarkan agar tidak saling bermusuhan, tidak saling membenci, tidak saling menghina, dan saling merangkul."
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.