BREAKING NEWS
 

Nama Sandi Dan Khofifah Muncul Jelang Muktamar

Tragis, PPP Alami Krisis Kader Dan Kepemimpinan

Reporter & Editor :
SRI NURGANINGSIH
Rabu, 28 Oktober 2020 07:15 WIB
Sandiaga Uno (kiri) dan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa. (Foto: Istimewa)

 Sebelumnya 
Selain Suharso, kader internal PPP lainnya yang juga dianggap ideal memimpin PPP, yai tu Sek-jen PPP Arsul Sani. Menurutnya, Arsul lebih sering merepresenyasikan suara PPP selama ini. “Semua sangat tergantung PPP mau seperti apa,” kata dia.

Adsense

Sebelumnya, Arsul membenarkan Sandiaga diusulkan masuk dalam bursa calon Ketua Umum PPP. Selain Sandiaga, PPP Jawa Timur Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa serta mantan Wagub Jawa Timur dan mantan Menteri Negara Percepatan Pembangunan Daerah Tertinggal, Saifullah Yusuf alias Gus Ipul.

Baca juga : Jelang Muktamar PPP, Kader Desak Jadwal Mukernas Dipercepat

“Kalangan eksternal terbuka masuk ke PPP. Namun, tidak bisa langsung jadi ketua umum. Yang bisa, dia bergabung dulu dalam satu periode kepengurusan pada posisi selain Ketua Umum. Lalu, pada Muktamar berikutnya dia bisa mencalonkan atau dicalonkan sebagai cake-tum,” ujarnya.

Hal yang sama juga ditegaskan Direktur Eksekutif Voxpol Center Research and Consulting, Pangi Syarwi Chaniago. Menurutnya, kaderisasi di internal PPP tidak berjalan baik. “Kalau kaderisasi kepemimpinan berjalan baik, tentu tidak perlu PPP harus mengambil pemain luar. Ini membuktikan PPP tidak punya figur atau tokoh yang bisa diandalkan. Sehingga sepertinya PPP kurang percaya diri mengu-sung kadernya sendiri,” katanya.

Baca juga : Banyak Stok, Muqowwam Dukung Kader dari Internal

Menurut Pangi, ketika kader PPP sudah tidak bisa diharapkan mampu memimpin partainya, ma ka hal tersebut merupakan mu-sibah bagi PPP. “Kenapa nggak percaya diri mengusung kader sendiri, kenapa ada wacana kans Sandi berpeluang menjadi Ketua Umum PPP?” tuturnya.

Selain itu Pangi melihat, yang terjadi di PPP saat ini menunjukkan bahwa partai berlambang Ka’bah tersebut tengah mengalami krisis tokoh yang dijadikan icon bagi PPP. Sehingga nama-nama calon ketua umum yang muncul justru yang mencuat dari eksternal partai.

Baca juga : Calon Ketum PPP Mulai Mengerucut Tiga Nama

“Setiap partai memang butuh figur tokoh atau icon. Sebab, hampir semua partai di Indonesia menggalami problem yang sama, punya ketergantungan pada tokoh sentral. Kecuali partai yang mesinnya sudah tumbuh secara merata seperti PKS dan Golkar, mereka tidak bergantung pada magnet elektoral ketua umum lagi,” jelasnya.

Terkait sosok Plt Ketum PPP Suharso Monoarfa, Pangi juga memandang ketokohan Suharso belum terlalu kuat. Bahkan dari hasil lembaga survei, nama Suharso juga belum menjadi perbincangan publik. “Mungkin karena narasi, pikiran beliau belum maksimal tampil di panggung opini publik,” ujarnya. [REN/BSH]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense