BREAKING NEWS
 

AHY: Kriteria Pemimpin Kreatif Dan Adaptif, Termasuk Dalam Berbusana

Reporter : NOVALLIANDY
Editor : MUHAMAD FIKY
Selasa, 24 November 2020 09:38 WIB
Ketua Umum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono

RM.id  Rakyat Merdeka - Kriteria seorang  pemimpin harus kreatif, inovatif sekaligus adaptif, termasuk dalam berbusana.

Hal itu dikatakan Ketua Umum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dalam keterangan tertulis, Senin (23/11).

"Misalnya, menyambut kedatangan tamu di bandara, pakai jas. Ke pasar, pakai jas. Ketemu konstituen di sawah, pakai jas,” kata AHY.

Putra sulung Presiden RI ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) itu menjelaskan, dirinya terbiasa berpenampilan sesuai dengan ruang dan waktu.

"Saya terinspirasi dari TNI, yang punya berbagai seragam untuk kesempatan yang berbeda-beda. Ada Pakaian Dinas Harian (PDH) untuk bekerja sehari-hari dalam markas. Ada Pakaian Dinas Lapangan (PDL) untuk tugas-tugas di lapangan. Ada Pakaian Dinas Upacara (PDU) khusus untuk upacara," ujarnya.

Baca juga : AHY: Mulyadi-Ali Mukhni Siap Pimpin Sumatera Barat

AHY sendiri sempat menyalurkan kreativitas dan inovasinya untuk merancang rompi tempur anti peluru bagi pasukan Kostrad, yang diberi nama Sistem Angkut Kelengkapan Tempur Individu (SAKTI) saat berpangkat Mayor pada 2012.

Saat terpilih sebagai Ketua Umum secara aklamasi dalam Kongres V PD 2020, AHY ikut merancang beberapa jenis seragam bagi pengurus dan kader PD.

Bentuknya berupa jas, jaket, pakaian kerja lengan panjang dan pendek, pakaian lapangan, hingga batik serta pakaian olahraga.

“Kami berprinsip muda adalah kekuatan. Tentu saja ini tidak semata-mata bermakna usia biologis, tapi muda dalam pemikiran dan karya. Muda ini kemudian kami terjemahkan sebagai semangat muda untuk berpenampilan adaptif atau selalu menyesuaikan diri dengan lingkungan,” katanya.

Adsense

Dengan penampilan yang adaptif, AHY yakin politisi akan terhindar dari menjadi elitis.

Baca juga : Kemenag Perkuat Kerukunan Dan Moderasi Beragama

"Masyarakat senang, politisi bisa membaur.Jika Mas-mas wartawan ini suatu saat ikut ke lapangan, kami akan berikan seragam tacticool. Jika ikut kami naik gunung, tentunya kami akan berikan outfit yang sesuai,”ujar AHY.

Pada kesempatan yang lain, AHY berkata dirinya berpakaian rapih untuk menghormati orang yang akan ditemui.

"Coba bayangkan, dia sudah meluangkan waktu untuk ketemu kita dan kita tampil dalam keadaan tidak proper, tidak rapi," katanya.

Menurutnya, pakaian bukan lagi sekadar penutup aurat, tapi sudah menjadi fashion statement atau bahkan political statement.

“Kita masih ingat bagaimana Bung Karno yang selalu tampil necis dan rapih, terutama saat bertemu tamu-tamu dari luar negeri,” kata AHY

Baca juga : 1 Prajurit Pakistan, 4 Milisi Tewas Dalam Serangan Di Perbatasan Afghanistan

Hal itu dilakukan untuk menjaga harga diri bangsa Indonesia yang baru merdeka, menyejajarkannya dengan bangsa-bangsa lain dalam pergaulan internasional.

“Dalam era yang lebih egaliter seperti sekarang, pemimpin perlu kreatif, inovatif dan adaptif agar terus bisa mengikuti perkembangan masyarakat,” pungkasnya. [FIK]

 

 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense