BREAKING NEWS
 

Parpol Baru Dianggap Sulit Bersaing Di 2024, Ini Tanggapan Partai Gelora

Reporter : AHMAD LATHIF ROSYIDI
Editor : UJANG SUNDA
Kamis, 4 Februari 2021 23:07 WIB
Diskusi virtual yang digelar Moya Institute. (Foto: Istimewa)

RM.id  Rakyat Merdeka - Kehadiran partai politik (parpol) baru kerap mewarnai perhelatan Pemilu. Sebagian ada yang menuai hasil bagus dan mampu eksis bahkan semakin berjaya hingga saat ini. Namun, sebagian besar layu sebelum berkembang.

Untuk bersaing dalam Pemilu 2024, sangat lah sulit. Sekalipun partai tersebut memiliki pendanaan besar ataupun pendirinya pernah menduduki kursi-kursi petinggi negara ini.

Baca juga : Debut Di Bursa, BSI Ditargetkan Bisa Bersaing Di Pasar Global

Demikian dikatakan Cendikiawan Muslim Prof Azyumardi Azra dalam diskusi virtual bertajuk “Parpol Baru & Dinamika Politik Nasional”, Kamis (4/2). Turut menjadi pembicara diskusi ini antara lain diplomat senior/pemerhati politik internasional Prof Imron Cotan, Rektor Universitas Islam Internasional Indonesia (UIII) Prof Komaruddin Hidayat, Sekjen Partai Gelombang Rakyat (Gelora Indonesia) Mahfudz Siddiq, dan pemantik diskusi dari Lembaga Hubungan dan Kerja Sama Internasional (LHKI) yang juga pengurus PP Muhammadiyah Hery Sucipto. Diskusi dimoderatori peneliti senior Moya Institute, Nurfajri Budi Nugroho.

Azra menyarankan, para pendiri partai baru untuk mencari cara lain untuk memperoleh suara yang signifikan agar bisa memenangkan partainya. “Partai yang kuat keuangannya pun tidak bisa masuk parlemen. Misalnya Perindo, walau didukung keuangan dan media yang kuat, tetap saja tidak bisa masuk. Jadi, partai Pak Mahfud (Partai Gelora), walau didukung kekuatan uang sekalipun tidak akan memberikan jaminan,” kata mantan Rektor UIN Jakarta ini.

Baca juga : Angkat Bos Baru, Dusdusan Sasar Minat Bisnis Ibu Rumah Tangga

Meskipun begitu, kata Azra, harus diakui bahwa masih ada partai yang terbilang baru namun dia bisa memenangkan Pileg karena dukungan dana yang cukup atau karena tokoh pendirinya. Yakni Gerindra yang berdiri tahun 2008 dan Nasdem yang berdiri tahun 2011. Nasdem sukses mendapat perolehan suara hingga 9,05 persen dan Gerindra berhasil meraup 12,57 persen pada Pemilu 2019.

Oleh sebab itu, Guru Besar UIN Jakarta itu berpesan kepada empat partai yang baru didirikan pada 2020 untuk mempunyai strategi khusus jika ingin betul-betul bersaing dengan partai-partai lainnya yang lebih senior. “Partai harus reorientasi kepentingan rakyat. Kembali kepada rakyat, tidak hanya mementingkan kepentingan politik mereka sendiri, kepentingan kekuasaan tanpa mementingkan rakyat sama sekali,” imbuhnya.

Adsense

Baca juga : Orang Amerika Jadi Bupati Di NTT, Ini Masalah Kedaulatan Harus Dituntaskan!

Sementara itu, Komaruddin Hidayat berharap, di panggung politik, persaingan kompetisi antarparpol ibarat sepak bola. “Tunjukkan permainan yang indah, cerdas, penuh etika, sehingga menarik untuk ditonton dan diikuti. Jangan menyebalkan,” sarannya.

Prof Imron Cotan menyampaikan harapannya kepada partai politik baru untuk mencoba memberikan alternatif baru. “Apakah tawaran dari Partai gelora misalnya, untuk mensinergikan agenda keumatan dan kebangsaan bisa menarik perhatian calon pemilih, itu kita lihat nanti. Kemudian, perbedaan spectrum politik, tidak harus meninggalkan prinsip kebangsaan kita: Satu Bangsa, Satu tanah Air dan Satu Bahasa yaitu Indonesia,” ucapnya.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense