Sebelumnya
Peningkatan produksi dalam negeri sebagai solusi pemenuhan Cadangan Beras Pemerintah (CBP) menurutnya sangat rasional. Menilik data Badan Pusat Statistik (BPS), potensi peningkatan produksi padi tahun ini sebesar 4,86 juta hektar, setara kenaikan 26,56 persen dari tahun 2020.
Sebelumnya, Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi berjanji tidak akan impor beras dalam waktu dekat. Asumsinya, stok beras di Badan Urusan Logistik (Bulog) mencukupi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dalam negeri.
Baca juga : Corona Ngamuk, Pemerintah Siapkan Skenario PPKM Darurat Diperpanjang 6 Minggu
“Kita pastikan, tidak ada impor. Ketersediaan stok di Bulog cukup dan bisa menampung untuk 12 bulan ke depan,” katanya, beberapa waktu lalu.
Lutfi memaparkan, keputusan tersebut dilandasi oleh prediksi Badan Pusat Statistik (BPS) yang melansir, bahwa hasil panen pada 2021 akan lebih baik dibanding tahun sebelumnya, yakni 33 juta ton. Selain itu, stok beras di gudang Bulog saat ini mencapai 1,39 juta ton.
Baca juga : Pemerintah Pastikan Stok Vaksin Untuk Indonesia Cukup
Hal senada disampaikan Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo yang menyebut stok beras nasional aman. Mentan berkelakar, wacana impor beras itu bukan datang dari pemerintah. Mantan Gubernur Sulawesi Selatan itu pun menegaskan tidak ada kenaikan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) sembako.
“Kalau pun itu ada, pasti Menteri Pertanian tahu. Jadi jangan membuat petani resah,” katanya, usai rapat di Kantor Dinas Ketahanan Pangan Sulsel, Makassar, Kamis (8/7).
Baca juga : Pemerintah Putuskan Bakal Impor Oksigen
Hingga saat ini, lanjut Syahrul, Indonesia memiliki cadangan beras yang cukup, baik pada pengendalian langsung Bulog, penggilingan, maupun pada penanganan pemerintah daerah. [BSH]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.