RM.id Rakyat Merdeka - Langkah Gubernur Jawa Tengah (Jateng), Ganjar Pranowo blusukan di Jakarta dikritik beberapa pihak, karena dianggap mencampuri urusan daerah lain. Namun, banyak juga yang membela Capres PDI Perjuangan (PDIP) itu.
Akhir pekan lalu, Ganjar keliling Jakarta. Tepatnya, hari Sabtu, Ganjar mendatangi Pasar Warakas dan Pasar Anyar Bahari di Jakarta Utara. Sedangkan pada Minggu, Ganjar muter-muter di sekitar Pasar Minggu, Jakarta Selatan.
Bukan hanya keliling, Ganjar juga sempat menelepon Pj Gubernur DKI Jakarta, Heru Budi Hartono dan Sekretaris Daerah (Sekda) DKI Jakarta, Joko Agus. Tujuannya, untuk meneruskan keluhan para pedagang pasar soal tingginya biaya retribusi.
Baca juga : Dikritik Karena Blusukan Di Jakarta, Ganjar Banyak Yang Belain
Langkah ini dikritik PKS, parpol yang mengusung Anies Baswedan di Pilpres 2024. Sekretaris Fraksi PKS DPRD DKI Jakarta, Muhammad Taufik Zoelkifli menganggap, Ganjar tak punya wewenang mengurus persoalan Jakarta. Menurutnya, aksi itu sudah melangkahi wewenang Pemprov dan DPRD DKI Jakarta.
Di media sosial, warganet juga ikut mengkritik Ganjar. Beberapa menganggap, Ganjar sudah seolah-olah menjadi atasan Heru. Yang lainnya, menyinggung masalah Jawa Tengah yang banyak belum terselesaikan di masa kepemimpinan Ganjar.
Mengetahui respons negatif seperti itu, Ganjar heran. “Kemarin saya datang ke salah satu pasar. Saya telepon Pak Pj Gubernur DKI, Pak Sekda DKI yang kebetulan dua-duanya saya kenal. Terus di-upload, kok di-bully ya?” ucapnya heran.
Baca juga : Ganjar Blusukan Ke Gang Sempit Jakarta, Warga: Penampilan Santunnya Mirip Jokowi
Padahal, sambung Ganjar, dia hanya ingin menyampaikan pesan warga kepada pimpinan daerah setempat. Hal semacam ini kerap dilakukannya di daerah mana pun.
Contohnya ketika Ganjar didatangi sejumlah pedagang bakso di Semarang dan persoalan pangan industri rumah tangga di Bekasi, Jawa Barat. “Saya telepon Wali Kota Bekasi. Saya juga sering ditelepon para kepala daerah. Itu sesuatu yang biasa,” terangnya.
Hal ini juga sudah sampai ke telinga Presiden Jokowi. Namun, Kepala Negara itu tidak ingin mencampuri persoalan tersebut. “Tanya saja Pak Heru. Tanyakan ke Pak Heru,” ucap Jokowi, yang ditemani Heru saat mengunjungi Pasar Palmerah, Jakarta Pusat, Senin (26/6).
Baca juga : Meriahkan HUT Jakarta, Bank DKI Beri Tiket Gratis Masuk Ragunan
Heru mengakui, Ganjar sempat menghubunginya lewat telepon. Namun, tidak sempat diangkat, karena sedang menjadi saksi pernikahan. Meski begitu, Heru mengaku, sudah tahu apa saja yang menjadi keluhan pedagang Pasar Anyar Bahari. Dia sudah menindaklanjutinya dengan menghubungi pihak Perumda Pasar Jaya selaku BUMD yang mengelola pasar di Ibu Kota.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.