Sebelumnya
“Menurut saya hasil pemeriksaan tidak perlu detil diungkap kepada publik. Soalnya, ini menyangkut informasi pribadi, bukan kepentingan publik,” ujar Titi dalam keterangannya, kemarin.
Namun, kata Titi, saat ada capres atau cawapres yang dinyatakan tidak lolos atau tidak memenuhi syarat, maka harus dijamin mekanisme bagi calon mendapatkan penjelasan menyeluruh serta mengajukan keberatan atas keputusan tersebut.
Baca juga : KPU Siap Umumkan Profil Caleg Ke Publik
Sedangkan, peneliti Pusat Riste Politik-Badan Riset dan Inovasi Nasional (PRP-BRIN) Wasisto Raharjo Jati menilai, hasil psikotes capres cawapres perlu dibuka ke publik. Alasannya, perkara kesehatan mereka bukan lagi urusan pribadi melainkan urusan nasib publik.
“Perlu supaya itu menjadi pertimbangan publik dalam mengevaluasi dan menimbang capres pilihan mereka,” katanya.
Baca juga : Umumkan Calon Nama Pj!
Wasisto berpendapat, pentingnya psikotes atau tes kesehatan disampaikan kepada publik sebagai upaya negara memperlihatkan ke masyarakat bahwa kandidat yang bersangkutan mampu bekerja dengan baik, di tengah banyaknya masalah negara dan dunia, bila kandidat tersebut terpilih ke depannya.
“Jadi, tes itu bukan sekadar formalitas. Karena sudah pernah kejadian, seorang capres tidak lolos tes kesehatan,” pungkasnya.
Baca juga : Tampil Di Ruang Publik, Pengamat: Gita Bahana Nusantara Jadi Inspirasi Rakyat
Artikel ini tayang di Rakyat Merdeka Cetak edisi Sabtu 26/8/2023 dengan judul Berdalih Bukan Informasi Publik, KPU Tidak Akan Umumkan Hasil Tes Capres Cawapres
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.