BREAKING NEWS
 

Muhammadiyah Yakin Ganjar Pranowo Dan Mahfud MD Mampu Jalankan Amanah Rakyat

Reporter & Editor :
MARULA SARDI
Jumat, 24 November 2023 14:38 WIB
Calon Preside Ganjar Pranowo kiri bersama Calon Wakil Presiden Mahfud MD dialog terbuka di Kampus Universitas Muhammadiyah Jakarta UMJ Ciputat, Tangerang Selatan, Banten, Kamis (23/11/2023). (Foto: Putu Wahyu Rama/RM)

RM.id  Rakyat Merdeka - Ketua Umum PP Muhammadiyah, Haedar Nashir berharap pasangan calon nomor urut 3, Ganjar Pranowo dan Mahfud MD menjalankan amanah rakyat dengan integritas saat terpilih sebagai presiden dan wakil presiden.

Haedar juga menekankan pentingnya janji yang objektif dan menjalankan konstitusi dalam pidatonya pada acara Dialog Terbuka Bersama Calon Pemimpin Bangsa di Universitas Muhammadiyah Jakarta, Kamis (23/11/2023). 

Dia menyatakan keyakinannya bahwa Ganjar Pranowo dan Mahfud MD akan mematuhi konstitusi tanpa penyalahgunaan jika mendapat amanah dari rakyat.

Baca juga : Muhammadiyah Yakin Ganjar-Mahfud Kembalikan Demokrasi

"Kami percaya dua tokoh ini ketika rakyat nanti memberi amanah dan mandat, tentu akan berdiri tegak di atas konstitusi dan tidak akan menyalahgunakannya," kata Haedar.

Adsense

Haedar juga menyoroti perlunya janji-janji yang realistis dan tidak berlebihan dari Ganjar Pranowo dan Mahfud MD, khususnya dalam konteks kesejahteraan bangsa. Dia menegaskan bahwa janji-janji tersebut harus sesuai dengan kemampuan dan tidak melampaui batas yang ditetapkan. 

Haedar menyampaikan, apabila janji tersebut mencerminkan keinginan rakyat, harus diupayakan agar tetap dapat direalisasikan tanpa kesulitan yang berlebihan.

Baca juga : Ganjar-Mahfud Didukung Gerakan Rakyat Otentik

Selanjutnya, Haedar juga menyinggung tentang aspirasi rakyat terkait proses pembuatan undang-undang. Dia mencermati bahwa meskipun rakyat menyampaikan sejumlah aspirasi, namun keputusan akhir tetap berada di tangan penguasa dan DPR. 

"Ada sejumlah undang-undang ini Pak Mahfud MD yang sampai kita harus tarik ulur luar biasa dan berakhir dengan tidak ada aspirasi yang kita punya, akhirnya karena apa yang bisa diputuskan di dewan, di DPR itu hasil dari oligarki koalisi yang ya 'kun fayakun', setiap undang-undang yang dikehendaki apapun jadi," jelasnya.

Dia menilai adanya ketidakseimbangan dalam pengambilan keputusan, yang sering kali tidak memperhatikan aspirasi masyarakat. Haedar mengingatkan agar pembuatan undang-undang tidak dilakukan dengan tergesa-gesa tanpa mempertimbangkan suara-suara tersebut.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense