BREAKING NEWS
 

Innalilllahi! Tujuh Petugas Pemilu di NTT Meninggal Dunia, 198 Lainnya Dirawat

Reporter & Editor :
M ADE AL KAUTSAR
Senin, 26 Februari 2024 16:19 WIB
Ilustrasi petugas KPPS. (Foto: Rizki Syahputra/RM)

RM.id  Rakyat Merdeka - Pesta demokrasi diwarnai duka. Tujuh petugas penyelenggara Pemilu 2024 di Nusa Tenggara Timur (NTT) telah gugur dalam menjalankan tugasnya. Selain itu, ratusan petugas lainnya kini masih dirawat di Puskesmas dan Rumah Sakit.

Anggota Komisioner KPU NTT, Baharudin Hamzah mencatat, total sudah tujuh petugas penyelenggara pemilu di provinsi itu yang meninggal dunia.

"Terakhir bertambah satu orang, sehingga jumlahnya menjadi tujuh orang," kata Baharudin, dilansir ANTARA, Minggu (25/2).

Terakhir, petugas pemilu yang dilaporkan meninggal dunia adaah Laurensius Samun. Anggota KPPS Desa Kolontobo, Kecamatan Ile Ape, Kabupaten Lembata menghembuskan nafas terakhirnya pada Jumat (23/2) di Puskesmas Waipukang.

Ia dirawat intensif sejak 16 Februari, usai berjibaku dengan proses pencoblosan dan perhitungan suara.

Baca juga : KPU Berduka, Hasyim Ungkap 90 Petugas TPS Meninggal Dunia

Berikut ini rincian petugas pemilu di NTT yang meninggal dunia:

4 Petugas KPPS:

- Marselina Hoar (Ketua KPPS di TPS 07 Desa Bakiruk, Malaka)

- Antonio Silva Maia (54) di TPS 03 Desa Bauho, Belu 

Adsense

- Luther Manetlang di Kabupaten Alor

Baca juga : Soal Hak Angket Pemilu, Mahfud: Mendukung Nggak Ada Gunanya Kalau DPR Nggak Mau

- Laurensius Samun (anggota KPPS Desa Kolontobo, Ile Ape, Lembata)

2 Petugas PPS:

- Aloysius Demo (57), Ketua PPS Desa Golo Nderu, Manggarai Timur

- Esra Grenigel Langare (20), anggota PPS Kelurahan Welai Timur, Alor

1 Petugas PPK:

Baca juga : Tiga Petugas KPPS Kalbar Meninggal Dunia, Diduga Akibat Kelelahan

- Yohanes Baptista Atalawan Hayon (41), di Kecamatan Solor Barat, Flores Timur

Di samping korban jiwa, Baharudin melaporkan 198 petugas penyelenggara Pemilu lainnya di NTT masih berjuang melawan sakit di berbagai rumah sakit dan puskesmas.

Sebagai bentuk penghormatan dan dukacita, KPU telah memberikan santunan kepada 20 petugas KPPS yang meninggal dari total 90 orang petugas TPS yang meninggal dunia. Santunan ini terdiri dari Rp36 juta untuk santunan kematian dan Rp10 juta untuk bantuan pemakaman.

Ketua KPU Hasyim Asy'ari menyampaikan rasa duka cita yang mendalam atas meninggalnya petugas pemilu ini.

"Kami mengucapkan terima kasih kepada keluarganya yang telah memberikan kesempatan kepada para almarhum pada pemungutan penghitungan suara 14 Februari," pungkasnya.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense