BREAKING NEWS
 

Daya Rusaknya Luar Biasa

Politik Uang Dan Hoaks Musuh Utama Demokrasi

Reporter : BOY SAKTI HAPSORO
Editor : WIDIA SAPUTRA
Senin, 24 Februari 2025 07:30 WIB
Ketua Bawaslu Rahmat Bagja. (Foto: Bawaslu)

RM.id  Rakyat Merdeka - Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) menegaskan politik uang dan hoaks merupakan musuh utama demokrasi. Dua hal itu punya daya rusak luar biasa, termasuk terhadap kualitas Pemilu.

"Saya yakin, teman-teman memiliki mimpi besar agar Pemilu di Indonesia tidak ada politik uang. Namanya perubahan, tidak hanya dari atas, melainkan dimulai dari berbagai elemen masyarakat," kata Ketua Bawaslu Rahmat Bagja di Jakarta, Minggu (23/2/2025).

Sedangkan, berita bohong atau hoaks dapat menimbulkan fitnah dan perpecahan di masyarakat. Selain itu, tidak netralnya oknum Aparat Sipil Negara (ASN), TNI dan Polri dapat menurunkan kuali­tas demokrasi di sebuah negara.

Baca juga : 40 Perkara Saat Pilkada Bakalan Diketok Hari Ini

Bagja berharap, anak muda terus menjaga demokrasi di Indonesia. Sebab, dalam demokrasi adanya hak dan kewajiban yang diikuti penegakan hukum melalui proses pengadilan yang terbuka. "Tidak ada kekuasaan yang tidak diawasi dalam de­mokrasi," katanya.

Adsense

Bagja menceritakan, dirinya mendorong anak muda, ter­masuk organisasi Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) untuk memahami dinamika politik na­sional serta berperan aktif dalam memperbaiki sistem politik di Indonesia.

“Tidak ada demokrasi tanpa partai politik, kalau kita ingin memperbaiki sistem maka kita harus masuk ke dalamnya. Ketika telah mencapai kekuasaan, tetaplah idealis,” kata Bagja kepada HMI Cilegon, Banten, Jumat (21/2/2025).

Baca juga : Pengusaha Tambang Diminta Nyumbang Dana Kampanye

Dia juga menjelaskan sejarah kepemiluan di Indonesia, mulai dari Pemilu pertama tahun 1955 hingga transisi besar pasca refor­masi 1998. Hal ini membawa pe­rubahan mendasar dalam sistem politik dan kepemiluan, yang telah memberikan ruang lebih besar bagi partisipasi masyara­kat dalam proses demokrasi.

Bagja juga menceritakan ten­tang pengaruh platform digital seperti TikTok dalam politik. Menurutnya, media sosial telah mengubah pola kampanye dan ko­munikasi politik secara signifikan.

“Platform digital memberikan ruang bagi politisi berinter­aksi langsung dengan pemil­ih. Namun, tantangan utama yang muncul adalah penye­baran hoaks dan disinformasi yang bisa mempengaruhi opini publik,”ujarnya.

Baca juga : OJK Ajak Anak Muda Bijak Kelola Keuangan

Bagja berharap, para pemuda, terutama mahasiswa dapat mem­perkuat pemahaman tentang tan­tangan demokrasi pasca-pemilu serentak. Dia juga mengajak kader HMI turut serta mengawa­si pemilu demi menjaga integri­tas demokrasi Indonesia.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense