RM.id Rakyat Merdeka - Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) menegaskan politik uang dan hoaks merupakan musuh utama demokrasi. Dua hal itu punya daya rusak luar biasa, termasuk terhadap kualitas Pemilu.
"Saya yakin, teman-teman memiliki mimpi besar agar Pemilu di Indonesia tidak ada politik uang. Namanya perubahan, tidak hanya dari atas, melainkan dimulai dari berbagai elemen masyarakat," kata Ketua Bawaslu Rahmat Bagja di Jakarta, Minggu (23/2/2025).
Sedangkan, berita bohong atau hoaks dapat menimbulkan fitnah dan perpecahan di masyarakat. Selain itu, tidak netralnya oknum Aparat Sipil Negara (ASN), TNI dan Polri dapat menurunkan kualitas demokrasi di sebuah negara.
Baca juga : 40 Perkara Saat Pilkada Bakalan Diketok Hari Ini
Bagja berharap, anak muda terus menjaga demokrasi di Indonesia. Sebab, dalam demokrasi adanya hak dan kewajiban yang diikuti penegakan hukum melalui proses pengadilan yang terbuka. "Tidak ada kekuasaan yang tidak diawasi dalam demokrasi," katanya.
Bagja menceritakan, dirinya mendorong anak muda, termasuk organisasi Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) untuk memahami dinamika politik nasional serta berperan aktif dalam memperbaiki sistem politik di Indonesia.
“Tidak ada demokrasi tanpa partai politik, kalau kita ingin memperbaiki sistem maka kita harus masuk ke dalamnya. Ketika telah mencapai kekuasaan, tetaplah idealis,” kata Bagja kepada HMI Cilegon, Banten, Jumat (21/2/2025).
Baca juga : Pengusaha Tambang Diminta Nyumbang Dana Kampanye
Dia juga menjelaskan sejarah kepemiluan di Indonesia, mulai dari Pemilu pertama tahun 1955 hingga transisi besar pasca reformasi 1998. Hal ini membawa perubahan mendasar dalam sistem politik dan kepemiluan, yang telah memberikan ruang lebih besar bagi partisipasi masyarakat dalam proses demokrasi.
Bagja juga menceritakan tentang pengaruh platform digital seperti TikTok dalam politik. Menurutnya, media sosial telah mengubah pola kampanye dan komunikasi politik secara signifikan.
“Platform digital memberikan ruang bagi politisi berinteraksi langsung dengan pemilih. Namun, tantangan utama yang muncul adalah penyebaran hoaks dan disinformasi yang bisa mempengaruhi opini publik,”ujarnya.
Baca juga : OJK Ajak Anak Muda Bijak Kelola Keuangan
Bagja berharap, para pemuda, terutama mahasiswa dapat memperkuat pemahaman tentang tantangan demokrasi pasca-pemilu serentak. Dia juga mengajak kader HMI turut serta mengawasi pemilu demi menjaga integritas demokrasi Indonesia.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.