RM.id Rakyat Merdeka - Partai Gerindra berubah haluan di Pemilihan Bupati (Pilbup) Sukabumi, Jawa Barat (Jabar) 2024. Sebelumnya, partai Kepala Garuda itu ikut deklarasi mengusung Asep Japar sebagai Calon Bupati (Cabup) Sukabumi bersama Partai Golkar dan Partai Persatuan Pembangunan (PPP) pada 26 April 2024.
Kini, Partai Gerindra meninggalkan Asep Japar, dan memilih bergabung dengan koalisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dan Partai Demokrat untuk mengusung Iyos Somantri sebagai Cabup Sukabumi. Koalisi ini memiliki 19 kursi DPRD Sukabumi.
Sedangkan, koalisi Golkar dan PPP yang mengusung Asep Japar telah mengantongi 15 dari 50 kursi di DPRD Kabupaten Sukabumi.
Kedua poros, baik poros Iyos Somantri maupun poros Asep Jabar sudah bisa mendaftar ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) untuk berlaga di Pilbup Sukabumi 2024. Kedua poros tersebut sudah memenuhi syarat dukungan pencalonan.
Ketua DPC Partai Gerindra Kabupaten Sukabumi, Yudha Sukmagara menjelaskan alasan hengkang dari Koalisi Golkar dan PPP. Dia mengatakan, partainya menginginkan pemimpin yang betul-betul merakyat, mengabdi kepada rakyat dan bukan menjadi raja atau menyuruh rakyat.
Baca juga : Zulhas Rajin Bongkar Barang Impor Ilegal
“Saya melihat yang terbaik sebagai Bupati Sukabumi 2024 adalah Pak Iyos Somantri,” kata Yudha dalam keterangannya, Selasa (6/8/2024).
Kendati mendukung Iyos Somantri paling belakangan dibanding PKS dan Partai Demokrat, Yudha berjanji akan menjadi partai yang paling serius dalam memenangkan Iyos di Pilbup Sukabumi. “Dalam politik apapun bisa terjadi,” tandas Yudha.
Termasuk, kata Yudha, posisi Gerindra yang saat ini berada dalam koalisi PKS dan Demokrat untuk mengusung Iyos Somantri. Dia mengatakan, semuanya bukan karena desain, tapi karena alam semesta yang meridhai. “Koalisi yang berjalan otomatis, tanpa paksaan, tanpa penggiringandari hati nurani,” klaimnya.
Yudha menyebut koalisi bersama PKS dan Demokrat sebagai ‘Koalisi Harapan Baru’ untuk Kabupaten Sukabumi maju, sejahtera, adil, dan makmur.
Untuk pendamping Iyos, Yudha mengatakan, akan diputuskan berdasarkan kesepakatan bersama dengan partai koalisi dalam waktu dekat ini. Namun, dia berharap, baik bupati maupun wakil bupati merupakan sosok yang diminati oleh rakyat.
Baca juga : Amankan Munas & Perkuat Pemerintahan Prabowo-Gibran
“Karena nantinya apabila sudah dilantik bukan milik partai tetapi milik rakyat,” tegasnya.
Ketua DPD PKS Kabupaten Sukabumi, Muhammad Sodikin mengatakan, momen deklarasi tiga partai pengusung Iyos Somantri sebagai cabup merupakan kesempatan bagi koalisi untuk berbuat yang terbaik bagi masyarakat Sukabumi. “Kalau melihat auranya, saya sudah bisa menebak ini aura kemenangan,” kata Sodikin dalam keterangannya, Selasa (6/8/2024).
Dengan kekuatan politik yang ada, Sodikin mengatakan, berdasarkan hitung-hitungan sementara sudah mengantongi 19 kursi. Dia berharap, tidak berubah sampai akhir pendaftarandi Komisi Pemilihan Umum (KPU).
“Mudah-mudahan kita dalam koalisi yang baik dan besar di antara koalisi yang ada,” ujarnya.
Sementara, Ketua DPD Partai Demokrat Kabupaten Sukabumi, Iman Adinugraha menilai, koalisi PKS, Gerindra dan Demokrat di Pilbup Sukabumi sebagai takdir Tuhan dan mukjizat.
Baca juga : Keren, Ada Uji Coba Trem Otonom Di IKN
“Inilah arti dari menjaga hubungan baik dengan siapapun,” kata Iman dalam keterangannya, Selasa (6/8/2024).
Partai Demokrat, kata Iman, akan langsung memanaskan mesin politik dalam menghadapi Pilbup Sukabumi.
“Kita terbuka dengan siapapun (yang ingin bergabung) kalaupun tidak, kita cukup dengan tiga partai,” tuturnya.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.