RM.id Rakyat Merdeka - Peta politik di Pilkada Kota Bogor semakin menarik. Nama-nama Calon Wali Kota potensial mulai mengerucut. Salah satuhya yang mencuat adalah sosok Rena Da Frina.
Hasil survei Pusat Polling Indonesia (Puspoll Indonesia), Rena yang juga Kadis Pekerjaan Umum (PU) Kota Bogor tersebut keterkenalannya mencapai 73,7 persen. Sementara kesukaannya mencapai 72,3 persen.
Modal investasi kinerja Rena selama ini disebut dapat mengantarkan Rena menuju kursi wali kota.
Baca juga : Dedie, Rayendra, Dan Rena Bersaing Ketat Di Pilwalkot Bogor
"Ya, itu sangat bisa menjadi modal awal Ibu Rena. Dari segi keterpilihan, beliau setidaknya sudah punya modal 17,7 persen. Dengan lebih massif lagi melakukan program blusukan ke bawah, tentu punya peluang yang besar,' ujar Luqmanul Hakik, Peneliti Puspoll Indonesia dalam keterangannya, Sabtu (10/8/2024).
Diterangkan Luqman, modal awal elektabilitas tersebut berkaitan pula dengan kinerja Rena Sebagai Kadis PU Kota Bogor. Ia menyontohkan bidang infrastruktur atau pembangunan yang mencapai angka kepuasan 38,9 persen.
Meski begitu, hal itu dianggapnya tidak cukup, terdapat beberapa persoalan pokok yang masih dikeluhkan oleh warga Kota Bogor yang sifatnya tidak sektoral.
Baca juga : Airlangga Gencarkan Tiga Mesin Ekonomi
Diingatkan, selain kinerja selama ini di Dinas PU, pekerjaan rumah Rena saat ini adalah menjawab persoalan pokok warga kotanya.
"Misalnya seperti harga kebutuhan pokok yang 45 persen responden kami menggap masih malah. Begitu juga isu-isu lainnya, seperti pendidikan, kesehatan, pengolahan sampah dan sebagainya," saran Luqman.
Terkai dengan pesaing, Luqman menyebutkan nama Wakil Wali Kota (petahana) Dedie A Rachim dengan tingkat keterpilihan 20,2 persen.
Baca juga : Keliling Bekasi, Menteri AHY Bagikan Sertipikat Tanah Warga
Luqman menitikberatkan para calon agar tidak lupa mengamankan tiket agar bisa berlaga di Pilwakot Bogor.
"Persaingan tentu ketat, terutama dengan Pak Dedie. Tinggal sekarang fokus Ibu Rena juga harus tertuju pada rekomendasi partai, jangan sampai peluang yang sudah ada kandas karena tidak punya tiket untuk berlabuh di Pilwakot Bogor," pungkasnya.
Sebagai informasi, survei Puspoll Indonesia dilaksanakan dari tanggal 28 Juli - 3 Agustus 2024. Menggunakan jumlah sampel sebanyak 440 responden, dengan margin of error +/-4,8 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.