BREAKING NEWS
 

Survei Indikator: Pasangan Eman-Dena Unggul Di Pilbup Majalengka

Reporter & Editor :
BAMBANG TRISMAWAN
Rabu, 25 September 2024 19:32 WIB
Pasangan cabup dan cawabup Eman-Dena di Pilkada Majalengka. (Foto: Ist)

RM.id  Rakyat Merdeka - Indikator Politik Indonesia merilis hasil survei terkait elektabilitas cabup dan cawabup di Pilkada Majalengka 2024. Hasilnya, pasangan nomor urut 1, Eman Suherman-Dena Muhamad Ramdhan menempati posisi teratas.

Pasangan Eman-Dena berada di peringkat pertama dengan 54,8 persen dan posisi kedua ditempati pasangan Karna Sobahi-Koko Suyoko dengan 33,7 persen. Responden yang tidak menjawab atau belum menemukan pilihan ada sebanyak 11,5 persen.

Direktur Eksekutif Indikator Politik Indonesia, Prof. Burhanudin Muhtadi menjelaskan, faktor penyebab utama pasangan ini berada di posisi pertama karena gabungan dua tokoh yang punya citra positif di masyarakat. Ditambah lagi, karena gabungan dua basis pemilih, mesin partai koalisi dan relawan yang kuat dari paslon tersebut.

Baca juga : Survei GRC: Rudy-Seno Kalahkan Isran-Hadi Di Pilgub Kaltim

Sementara dari kandidat lawan, yaitu paslon nomor urut dua, Karna Sobahi - Koko Suyoko hanya mendapat elektabilitas 33,7 persen. Hal ini karena paslon ini, suara dan basis dukungannya belum solid.

Adsense

"Jadi kang Dena punya basis dan Ketika digabung oleh Pak Eman yang juga punya basis itu cenderung bertambah jadi 54,8 persen," kata Burhanudin, dalam keterangan resmi survei terbaru Indikator Politik Indonesia, Rabu (25/9/2024).

"Sementara, untuk Karna dan Koko itu belum tampak ya sinergi positifnya yaitu hanya 33,7 persen," sambungnya.

Baca juga : Dukungan Kotak Kosong Menguat Di Pilkada Kabupaten Brebes

Burhanudin menilai, faktor lain pasangan Eman Suherman - Dena Muhamad mengalami tren kenaikan elektabilitas, lantaran mempunyai tingkat populis dan like ability (kesukaan) yang tinggi. Masyarakat sangat menyukai pasangan dengan akronim Hade tersebut.

"Dan ternyata, jika dipasangkan seperti sebelumnya seperti pak Eman dan Kang Dena itu cenderung kimiawinya positif ya," terangnya.

Selain itu, kata Burhanudin, alasan elektabilitas paslon Karna Sobahi - Koko Suyoko mengalami stagnasi, karena basis suara dari koalisi partai yang kurang solid. Terlebih, ideologi partai pengusung yaitu PDI-P dan PKS yang cenderung berseberangan.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense