BREAKING NEWS
 

Genjot Elektabilitas Risma-Hans

Banteng Jatim Kerahkan Bupati Dan Anggota DPR

Reporter : ALFIAN SIDIK
Editor : ERWIN TAMSAL
Sabtu, 5 Oktober 2024 07:30 WIB
Ketua Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PDIP, Said Abdullah

RM.id  Rakyat Merdeka - Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) mengerahkan bupati hingga anggota DPR untuk mengangkat elektabilitas Calon Gubernur-Calon Wakil Gubernur Jawa Timur, Tri Rismaharini-Zahrul Azhar Asumta (Risma-Gus Hans). Elektabilitas pasangan ini masih di bawah rivalnya, Khofifah Indar Parawansa-Emil Dardak

Ketua Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PDIP, Said Abdullah tampak tegar menyikapi elektabilitas jagoan PDIP, Risma-Gus Hans yang baru 26 persen. Dia mengatakan, posisi Risma yang masih di bawah incumbent merupakan hal yang wajar.

“Meraih elektabilitas 26 persen adalah capaian yang sangatbesar,” kata Said, Jumat (4/10/2024).

Hasil survei Indikator Politik Indonesia, pasangan Khofifah Indar Parawansa-Emil Dardak menempati urutan pertama denganelektabilitas 61,2 persen.

Pasangan Risma-Gus Hans berada di urutan kedua dengan26 persen. Dan, pasangan Luluk Nur Hamidah-Lukmanul Khakim pada posisi ketiga dengan 2,2 persen.

Said membeberkan, untuk mengejar selisih elektabilitas tersebut, PDIP akan membangun soliditas partai untuk menggerakkan mesin politik. Dia mengatakan, akan memperkuat dukungan dari basis PDIP di daerah.

“Kami berharap bisa bersama-sama membawa kemenangan Bu Risma di Pilgub Jatim,” ujarnya.

Baca juga : Gaya Kepemimpinan Jokowi Sangat Dekat Dengan Rakyat

PDIP, lanjut Said, akan menggunakantiga pilar partai untuk meraih kemenangan. Yaitu, jajaran struktural partai (DPD), jajaran eksekutif (bupati, wali kota, gubernur) yang merupa­kan kader Banteng, dan jajaran legislatif (DPRD dan DPR) dari Fraksi PDIP.

“Kami juga akan memperkuat strategi branding Risma se­bagai sosok alternatif yang siap memimpin Jawa Timur,” jelasnya.

Said mengatakan, Risma yang merupakan mantan Menteri Sosial berjanji akan meningkat­kan kesejahteraan rakyat dengan membuka lapangan kerja dan mengoptimalkan penggunaan APBD untuk program-program kesejahteraan.

“Jika APBD tidak bocor, kesejahteraan rakyat Jawa Timur akan lebih besar,” katanya.

Polisi senior PDIP ini jugamenyoroti kinerja Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) di daerah. Dia berharap, lembaga penyelenggara pilkada daerah tersebut dapat menyelenggara­kan pilkada dengan lebih baik.

Adsense

“Kami yakin jika Pilkada ini fair, Pilgub Jatim akan lebih kompetitif,” ujarnya.

Sekretaris DPD PDIP Jawa Timur, Sri Untari Bisowarno mengatakan, meskipun saat ini Risma-Gus Hans berada di posisi kedua, PDIP tetap optimistis pasangan jagoannya akan memenangkan Pilgub Jatim 2024. Dia mengatakan, PDIP Jatim menargetkan minimal 45 persen suara. “Itu artinya kami harus mendapatkan suara sekitar 9 juta lebih,” ujarnya.

Baca juga : Beringin Jamin Menteri Parpol Pasti Profesional

Untari merinci, dari total daftar pemilih tetap (DPT) Jawa Timur yang mencapai 31 juta orang, PDIP memprediksi seki­tar 70 persen atau 21 juta orang dari jumlah tersebut akan memi­lih dan mencoblos pada hari H pemungutan suara.

“Jika kami bisa mendapat­kan 9 juta hingga hampir 10 juta suara,insya Allah kami menang,” bebernya.

Untuk perolehan suara di Malang Raya, Untari optimistis pasangan nomor urut 3 ini bisa menang telak. Salah satu upaya yang dilakukan adalah dengan terus melakukan sosialisasi dan merangkul tokoh-tokoh penting, seperti kiyai kampung.

“Beliau punya metode tersendiriuntuk melakukan pendekatan dengan masyarakat,” tandas Untari.

Pengamat Politik Universitas Airlangga (Unair), Kris Nugroho mengatakan, Pilpres 2024 lalu PDIP mendapatkan suara terbe­sar di Madura. Capaian tersebut, kata dia, merupakan potensi yang bisa dimanfaatkan untuk memenangkan pasangan Risma-Gus Hans di Pilgub Jatim.

“Oleh karena itu, mesin politik di Madura ini harus diaktifkan untuk memaksimalkan dukungan,”imbuhnya.

Kris mengatakan, mesin poli­tik PDIP di Madura tidak hanya bergantung pada mesin partai, tetapi juga pada tokoh-tokoh yang memiliki basis material. PDIP, kata dia, bisa bersinergi dengan kepala daerah di kabu­paten/kota yang mereka usung.

Baca juga : Kerugian Ekonomi Tembus 600 Triliun, Sikat Judol Jangan Kendor

“Misalnya, dengan mem­promosikan Risma-Gus Hans melalui kampanye tandem, di mana kampanye mereka diiringi kampanye calon kepala daerah,” terangnya.

Selain itu, Kris juga menekankan pentingnya bagi PDIP untuk memperhatikan pemilih muda. Terutama, kalangan Gen-Z, yang banyak memilih PDIP pada Pilpres 2024.

“Generasi Z saat ini pilihan politiknya masih belum solid. Mereka bisa diarahkan untuk menjadi pemilih potensial bagi Risma-Gus Hans,” ujarnya.

Kris mengingatkan, menaik­kan elektabilitas Risma-Gus Hans bukanlah hal yang mudah. Kata dia, ketokohan Risma di Surabaya tidak cukup untuk bisa memenangkan Pilgub Jawa Timur.

“Apakah bisa, menunjukkan kualitas Risma di level nasional dan meningkatkan elektabilitas di daerah-daerah Jatim?” pungkasnya.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense