Sebelumnya
Situasi di Banten dan Lampung juga demikian. Di Lampung, paslon incumbent yang diusung PDIP, Arinal Djunaidi-Sutono, hanya mendapat 17,26 persen. Sementara Paslon KIM, Mirzani Djausal-Jihan Nurlela mendapat suara meyakinkan dengan 87,87 persen.
Di Banten, Paslon usungan KIM, Andra Soni-Dimyati Natakusumah unggul dalam hitung cepat Charta Politika. Sampai pukul 17.00, Soni-Dimyati memperoleh suara 57,77 persen. Sedangkan pasangan yang diusung Golkar dan PDIP, Airin Rachmi Diany-Ade Sumadi memperoleh 42,23 persen.
Di wilayah lain yang juga dikenal sebagai basis suara PDIP, juga bertumbangan. Mulai dari Sulawesi Utara, hingga Nusa Tenggara Timur (NTT), pasangan yang diusung PDIP juga kalah.
Melihat hasil hitung cepat yang tak sesuai ekspektasi itu, Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto angkat bicara. Kata dia, partainya telah melakukan pemetaan di seluruh wilayah beberapa hari yang lalu. Berdasarkan laporan yang didapatkannya, keinginan rakyat untuk menegakkan demokrasi sangat kuat.
Baca juga : Di Jakarta, Tebak-tebakan 1 Atau 2 Putaran
“Sehingga kami cukup optimis bisa mencapai target yang ditetapkan,” kata Hasto, saat ditemui awak media di kawasan Kebagusan, Jakarta, Rabu (27/11/2024).
Namun, hasil hitung cepat menunjukkan hasil berbeda. Menurut dia, ada anomali perolehan suara dengan hasil hitung cepat. Politisi asal Yogyakarta ini meminta seluruh kader mengawal suara dengan sebaik-baiknya.
Sementara itu, Ketua DPP PDIP Bambang “Pacul” Wuryanto enggan berkomentar panjang lebar mengenai hasil hitung cepat di Jateng.
“Cuaca sedang tidak baik-baik di kami,” kata Bambang, di Kantor DPP PDIP Jateng, Semarang, Rabu (27/11/2024).
Baca juga : Pilkada Serentak 2024 Berjalan Aman & Lancar
Dosen Departemen Politik Pemerintahan FISIP Undip, Wahid Abdulrahman menyampaikan, ada sejumlah alasan kenapa calon PDIP kalah berdasarkan hasil hitung cepat. Menurut dia, faktor utama adalah daya tarik kandidat.
Di Jateng misalnya, Ahmad Luthfi memiliki citra purnawirawan polisi yang dekat dengan rakyat, dengan karakter pekerja keras, jujur, dan empati. Selain itu, Ahmad Luthfi rajin turun menemui petani, pedagang pasar.
Selain itu, menurut dia, masih ada Jokowi dan Prabowo Effect. Di Jawa Tengah, dukungan Jokowi dan Prabowo kepada Ahmad Luthfi-Taj Yasin memberikan insentif elektoral signifikan.
“Ditambah mesin parpol KIM bergerak sampai ke akar rumput,” kata Wahid.
Baca juga : Gerindra Senang Pilkada Lancar
Artikel ini tayang di Rakyat Merdeka Cetak edisi Kamis, 28 November 2024 dengan judul Jagoan Banteng Banyak Yang Kalah
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.