BREAKING NEWS
 

Calon Yang Didukung Jokowi Unggul

Jagoan Banteng Di Solo Roboh Setelah 24 Tahun

Reporter : AHMAD LATHIF ROSYIDI
Editor : ERWIN TAMSAL
Jumat, 6 Desember 2024 07:20 WIB
Ketua KPU Solo, Yustinus Arya Artheswara. (Foto: Instagram/yustinus_arya_artheswara)

 Sebelumnya 
Arya menegaskan, penetapan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Solo terpilih dijadwalkan menunggu surat dari Mahkamah Konstitusi (MK) yang menyatakan tidak ada sengketa pemilu di Pilwakot Solo.

“Hingga kini belum ada laporan mengenai sengketa yang diajukan oleh salah satu paslon yang kalah ke MK,” ungkapnya.

Anggota Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Solo Agus Sulistyo menilai, lemahnya strategi sosialisasi turut men­jadi faktor penurunan partisipasi masyarakat di Pilwakot Solo. Dia mengatakan, metode so­sialisasi yang diterapkan selama ini masih normatif dan kurang inovatif.

Baca juga : Majukan Ekraf Diperlukan Sinergi Antar Kementerian

Strategi sosialisasi seharusnya tidak hanya untuk menggugur­kan kewajiban, tapi juga harus ada upaya lebih agar pesan sam­pai ke masyarakat,” saran Agus dalam keterangannya, Kamis (5/12/2024).

Agus mengatakan, di era digital ini, sosialisasi seharusnya menjangkau media sosial (med­sos) yang dikemas dengan kreatif dan inovatif. Padahal, kata dia, dalam beberapa tahun terakhir ini, partisipasi masyarakat Solo selalu meningkat dan bahkan melampaui target.

Namun, kata Koordinator Pencegahan, Partisipasi Masyarakat, dan Humas Bawaslu Solo ini, penurunan di Pilwakot Solo tahun ini menjadi anomali yang harus dievaluasi secara mendalam.

Baca juga : Eks Warga Kolong Tol Kini Bisa Tidur Pules

“KPU perlu menggandeng akademisi untuk meneliti faktor-faktor yang menyebabkan penu­runan ini,” imbaunya.

Sebagai informasi, paslon nomor urut 2, Respati Ardi-Astrid Widayani diusung 11 parpol. Yaitu, Partai Gerindra, PKS, PSI, Partai Demokrat, Partai NasDem, PPP, PKB, PAN, Partai Golkar, Perindo, dan Partai Gelora. Sedangkan paslon nomor urut 1 Teguh-Bambang, hanya diusung PDIP.

Sejak tahun 2000-2005, Kota Solo dipimpin oleh Wali Kota dari PDIP yakni Slamet Suryanto. Selanjutnya, Kota Solo dipimpin oleh Jokowi dan FX Hadi Rudyatmo di periode per­tama yakni 2005-2010.

Baca juga : Sang Dewi Incar Puncak Klasemen

Kemudian, posisi Jokowi digantikan oleh FX Hadi Rudyatmo bersama Achmad Purnomo dari 2012-2021.

Selanjutnya, diteruskan dengan mengusung Gibran Rakabuming Raka-Teguh Prakosa pada tahun 2021-2025. Di tengah kariernya, Gibran memilih mengundurkan diri karena maju sebagai Wakil Presiden (Wapres) mendamping Prabowo Subianto.

Posisi Gibran lantas diganti­kan oleh Teguh Prakosa menjadi Wali Kota. Pada pemilihan calon kepala daerah (cakada) 2024, Teguh kembali diusung oleh PDIP untuk menjadi calon Wali Kota Solo bersama Bambang Nugroho.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense