Sebelumnya
Arya menegaskan, penetapan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Solo terpilih dijadwalkan menunggu surat dari Mahkamah Konstitusi (MK) yang menyatakan tidak ada sengketa pemilu di Pilwakot Solo.
“Hingga kini belum ada laporan mengenai sengketa yang diajukan oleh salah satu paslon yang kalah ke MK,” ungkapnya.
Anggota Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Solo Agus Sulistyo menilai, lemahnya strategi sosialisasi turut menjadi faktor penurunan partisipasi masyarakat di Pilwakot Solo. Dia mengatakan, metode sosialisasi yang diterapkan selama ini masih normatif dan kurang inovatif.
Baca juga : Majukan Ekraf Diperlukan Sinergi Antar Kementerian
Strategi sosialisasi seharusnya tidak hanya untuk menggugurkan kewajiban, tapi juga harus ada upaya lebih agar pesan sampai ke masyarakat,” saran Agus dalam keterangannya, Kamis (5/12/2024).
Agus mengatakan, di era digital ini, sosialisasi seharusnya menjangkau media sosial (medsos) yang dikemas dengan kreatif dan inovatif. Padahal, kata dia, dalam beberapa tahun terakhir ini, partisipasi masyarakat Solo selalu meningkat dan bahkan melampaui target.
Namun, kata Koordinator Pencegahan, Partisipasi Masyarakat, dan Humas Bawaslu Solo ini, penurunan di Pilwakot Solo tahun ini menjadi anomali yang harus dievaluasi secara mendalam.
Baca juga : Eks Warga Kolong Tol Kini Bisa Tidur Pules
“KPU perlu menggandeng akademisi untuk meneliti faktor-faktor yang menyebabkan penurunan ini,” imbaunya.
Sebagai informasi, paslon nomor urut 2, Respati Ardi-Astrid Widayani diusung 11 parpol. Yaitu, Partai Gerindra, PKS, PSI, Partai Demokrat, Partai NasDem, PPP, PKB, PAN, Partai Golkar, Perindo, dan Partai Gelora. Sedangkan paslon nomor urut 1 Teguh-Bambang, hanya diusung PDIP.
Sejak tahun 2000-2005, Kota Solo dipimpin oleh Wali Kota dari PDIP yakni Slamet Suryanto. Selanjutnya, Kota Solo dipimpin oleh Jokowi dan FX Hadi Rudyatmo di periode pertama yakni 2005-2010.
Baca juga : Sang Dewi Incar Puncak Klasemen
Kemudian, posisi Jokowi digantikan oleh FX Hadi Rudyatmo bersama Achmad Purnomo dari 2012-2021.
Selanjutnya, diteruskan dengan mengusung Gibran Rakabuming Raka-Teguh Prakosa pada tahun 2021-2025. Di tengah kariernya, Gibran memilih mengundurkan diri karena maju sebagai Wakil Presiden (Wapres) mendamping Prabowo Subianto.
Posisi Gibran lantas digantikan oleh Teguh Prakosa menjadi Wali Kota. Pada pemilihan calon kepala daerah (cakada) 2024, Teguh kembali diusung oleh PDIP untuk menjadi calon Wali Kota Solo bersama Bambang Nugroho.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.