Jagoan yang diusung Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) di Kota Solo, Jawa Tengah (Jateng) yang selama 24 tahun atau sejak tahun 2000 menang di Pilkada akhirnya roboh. Kini, giliran pasangan calon (paslon) yang didukung Presiden RI ke-7 Joko Widodo.
RM.id Rakyat Merdeka - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Solo resmi menetapkan pasangan Respati Ardi-Astrid Widayani sebagai pemenang dalam Pemilihan Wali Kota (Pilwakot) Solo 2024. Paslon nomor urut 2 itu meraup suara185.970 suara atau 61,422 persen.
Ketua KPU Solo, Yustinus Arya Artheswara mengatakan, berdasarkan hasil rekapitulasi, perolehan suara paslon nomor urut 1 Teguh Prakosa-Bambang Nugroho mendapat 121.471 suara (36,9 persen). Sedangkan paslon nomor urut 2 Respati Ardi-Astrid Widayani mendapat suara 185.970 suara (61,422 persen).
“Jumlah suara sah sebanyak 307.441 suara. Sedangkan suara tidak sah sebanyak 19.671 suara. Total suara sah dan tidak sah sebanyak 327.112,” jelas Arya dalam keterangannya, Kamis (5/12/2024).
Baca juga : Majukan Ekraf Diperlukan Sinergi Antar Kementerian
Duet Respati Ardi-Astrid Widayani merupakan paslon yang didukung mantan Presiden Jokowi. Indikasinya, Presiden RI dua periode beberapa kali menemani paslon Respati Ardi-Astrid Widayani blusukan di Kota Solo saat masa kampanye.
Arya mengatakan, dalam pembacaan penetapan suara di Pilwakot Solo, tidak ada sanggahan atau penolakan dari sanksi para paslon. “Mereka menyetujui jumlah suara yang diperoleh para paslon,” ucapnya.
Selain itu, Arya membeberkan partisipasi pemilih berkisar 73,8 persen untuk Pilwakot Solo, dan 73,9 persen untuk Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jawa Tengah (Jateng).
Arya mengatakan, jumlah total pemilih lebih rendah dibanding Pemilu 2024 yang tercatat sebanyak 86 persen. Dia mengatakan, target partisipasi pemilih dalam Pilwakot Solo dipatok di angka 80 persen.
Baca juga : Eks Warga Kolong Tol Kini Bisa Tidur Pules
“Tapi gagal direalisasikan karena mungkin banyak perantau yang berada di luar kota, bahkan luar provinsi, yang tidak bisa memilih,” ujarnya.
KPU Kota Solo, klaim Arya, sudah menggencarkan sosialisasi, terutama kepada pemilih pemula dan disabilitas. Hanya saja, dia mengakui, kegiatan sosialisasi untuk perantau belum bisa dijangkau.
“Nanti kami tingkatkan sosialisasinya, terutama lewat sosial media sosial (medsos) yang jangkauannya lebih efektif untuk pemilih di luar provinsi,” janji dia.
Meskipun proses rekapitulasi berjalan lancar, dia menyebut ada beberapa kendala administratif yang ditemukan di tingkat kelurahan. Yaitu, meliputi penulisan data pada formulir C hasil yang keliru atau tidak sesuai dengan fakta di Tempat Pemungutan Suara (TPS).
Baca juga : Sang Dewi Incar Puncak Klasemen
“Semua kendala bersifat teknis dan sudah diperbaiki tanpa mengubah hasil akhir,” tegasnya.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.