Dark/Light Mode

Bicara Target Ekonomi 8% & Makan Bergizi Gratis Di Acara Muhammadiyah

Prabowo: Saya Diejek, Ditertawakan, Sudah Biasa

Kamis, 5 Desember 2024 08:54 WIB
Presiden Prabowo Subianto (Foto: Setpres)
Presiden Prabowo Subianto (Foto: Setpres)

RM.id  Rakyat Merdeka - Presiden Prabowo Subianto mengaku ada yang mengejek dan menertawakan karena memasang target pertumbuhan ekonomi sampai 8 persen dan melaksanakan program makan bergizi gratis. Namun, Prabowo tak ambil pusing. "Saya diejek, ditertawakan, sudah biasa," kata Prabowo.

Hal ini disampaikan Prabowo saat berpidato di pembukaan Sidang Tanwir dan Resepsi Milad ke-112 Muhammadiyah, di Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), Rabu (4/12/2024). 

Prabowo bicara banyak hal. Mulai peran Muhammadiyah bagi bangsa, kondisi global saat ini dan tantangannya, sampai dengan program-program prioritas pemerintahannya.

Di awal pidatonya, Prabowo menyatakan, Muhammadiyah telah berhasil mendidik serta membesarkan para kadernya sehingga menjadi tokoh-tokoh pemimpin bangsa. Seperti Soekarno, Fatmawati, Soeharto, dan Jenderal Besar Panglima Sudirman.

“Presiden Soekarno pernah menjadi pengurus Muhammadiyah dan Ibu Fatmawati juga keluarga Muhammadiyah di Bengkulu. Pak Harto juga warga Muhammadiyah, lulusan SD dan SMP Muhammadiyah," tuturnya.

Prabowo juga memuji peran Muhammadiyah di sektor pendidikan dan kesehatan. Menurutnya, hal tersebut merupakan kunci kebangkitan suatu bangsa.

Baca juga : 16 Menteri & 27 Wamen Belum Lapor Kekayaan

"Muhammadiyah, hitungan terakhir memiliki 167 perguruan tinggi, 126 Rumah Sakit, 5.345 sekolah dan madrasah; 440 pesantren serta jaringan organisasi yang ada di dalam dan luar negeri," ungkap Kepala Negara.

Ketua Umum Partai Gerindra ini kemudian berbicara mengenai kondisi global. Dia menyatakan, dunia saat ini sedang berkecamuk dengan perang di mana-mana. Menjadi pemimpin di tengah kondisi ini, taruhannya nyawa.

Prabowo menegaskan, Indonesia tidak menghendaki perang. "Kalau kalah mati, atau dipermalukan, atau dijajah," tuturnya.

Purnawirawan jenderal TNI bintang 4 ini, paham betul risiko perang. Dia menganalogikan sebuah pohon yang tumbuh puluhan tahun, bisa tumbang hanya dalam waktu 15 menit akibat perang. Karena itu, Prabowo mengajak semua pihak untuk menjaga kerukunan bangsa, agar tetap damai, jauh dari perang.

Setelah itu, Prabowo berbicara mengenai program-program kerjanya, yaitu mewujudkan pemerintahan yang bersih, menghilangkan korupsi, menghapus kemiskinan, makan bergizi gratis, dan mengejar pertumbuhan ekonomi sampai 8 persen. Prabowo menganggap, program-program ini sangat penting bagi Indonesia. Namun, beberapa pihak justru menertawakan bahkan mengejeknya.

"Ini tidak gampang. Ini sangat sulit. Bahkan saya ditertawakan, saya diejek. Tapi saya sudah biasa diejek," ucapnya.

Baca juga : Ledek Tukang Es Saat Pengajian, Miftah Ditegur Seskab Teddy

Prabowo lalu menuturkan beberapa ejekan yang diterimanya. "Mana mungkin menghilangkan korupsi di Indonesia? Mana mungkin menghilangkan kemiskinan? Mana mungkin menghilangkan kelaparan?" ujarnya.

Untuk program makan bergizi gratis bagi anak sekolah, Prabowo mendapat tentangan lebih keras. Kata Prabowo, saat program itu diluncurkan, sempat ada ancaman terhadap pasar keuangan dan mata uang rupiah.

"Di hari-hari pertama saya luncurkan gagasan makan bergizi, sudah muncul (ancaman). Saya mengerti. Saya ini cukup lama jadi orang Indonesia. Saya mengerti ada ancaman terbuka dan ancaman halus," jelasnya.

Namun, Prabowo tidak khawatir dengan berbagai cercaan tersebut. Dia lalu mengajak seluruh pihak untuk belajar dari sejarah bahwa pemerintah yang korup tidak dapat membawa kemakmuran kepada rakyat. Oleh sebab itu, seluruh pihak harus terus berjuang bersama demi mewujudkan pemerintahan yang bersih dan kebijakan yang berpihak kepada rakyat.

Untuk target pertumbuhan ekonomi 8 persen, mantan Menteri Pertahanan ini mengakui, merupakan angka yang besar. Namun, target itu perlu ditetapkan supaya Pemerintah bekerja keras untuk mencapainya.

"Saya percaya, manusia, apalagi pemimpin harus berani punya tujuan, harus berani punya sasaran yang tinggi. Jangan sasaran yang rendah. Saya diejek lagi. Prabowo bisa aja dia ngomong mau pertumbuhan 8 persen," ungkapnya.

Baca juga : Kaka Suminta: Calon Tak Sesuai Harapan Masyarakat

Prabowo mengaku selalu menjalankan pelajaran dari Bung Karno. "Gantungkan cita-citamu setinggi langit. Kalau kau tidak sampai ke langit, minimal kau jatuh di antara bintang-bintang," ucanya, menirukan pernyataan Soekarno.

Salah satu cara mencapai target ini, kata Prabowo, adalah menutup kebocoran anggaran. Untuk melakukan hal itu, diperlukan niat dan komitmen semua pihak. Utamanya dari pemerintah pusat dan daerah untuk mendukung penghematan anggaran.

"Kebocoran-kebocoran kita, kalau kita hemat, kalau pemerintah ketat, bersih efisien, saya yakin bisa (mencapai pertumbuhan 8 persen)," kata Prabowo, optimis.

Prabowo mengaku telah memerintahkan bawahannya mengurangi kunjungan ke luar negeri. Saat ini, anggaran kunjungan luar negeri untuk para pejabat negara sebesar 3 miliar dolar AS atau setara dengan Rp 47,87 triliun. Prabowo meminta anggaran itu dipangkas hingga setengahnya. Uang hasil penghematan tersebut bisa digunakan untuk membangun bendungan, irigasi, memperbaiki sekolah, dan menjalankan program makan bergizi gratis.

"Tolonglah para menteri, puasa dulu. Puasanya 5 tahun. Kalau 5 tahun kita hemat 1,5 miliar dolar dari perjalanan saja, bayangkan itu yang kita bisa (gunakan pembangunan)," pungkasnya.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.