BREAKING NEWS
 

Bahas Calon Ketua Umum Partai Ka’bah

Jenderal Dudung Dilirik PPP Jatim

Reporter : ALFIAN SIDIK
Editor : ERWIN TAMSAL
Sabtu, 28 Desember 2024 07:30 WIB
Ketua DPW PPP Jawa Timur (Jatim), Nyai Mundjidah Wahab

RM.id  Rakyat Merdeka - Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Jawa Timur menggelar rapat kerja wilayah (Rakerwil). Salah satu yang dibahas adalah nama-nama potensial Calon Ketua Umum (Caketum) PPP dari eksternal.

Ketua DPW PPP Jawa Timur (Jatim), Nyai Mundjidah Wahab mengatakan, PPP Jatim membukapeluang bagi tokoh nasionaldi luar kader internal, untuk dicalonkan sebagai ketua umum dalam forum Muktamar 2025.

“Kami ingin PPP melakukangebrakan besar, agar kembalike masa jayanya,” kata Mundjidah di Surabaya, Jumat (27/12/2024).

Mundjidah mengatakan, semuatokoh nasional memiliki peluang yang sama. Dia menyebutkan dua tokoh nasional. Yaitu, Saifullah Yusuf atau Gus Ipul dan Jenderal TNI (Purn) Dudung Abdurachman.

“Kami ingin ada transformasi di tubuh partai. Untuk ketua umum tidak harus dari internal,” tegasnya.

Baca juga : Kini, Menko Polkam Fokus Amankan Libur Tahun Baru

Saifullah Yusuf sekarang menjabat Menteri Sosial (Mensos) dan Sekretaris Jenderal Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU). Sedangkan Dudung Abdurachman merupakan Penasihat Khusus Presiden Bidang Pertahanan Nasional Kabinet Merah Putih dan Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) periode 2021-2023.

Menurut Mundjidah, tokoh eksternal turut memiliki peluang besar untuk menduduki jabatanketua umum Partai Kabah. Selain ketokohan, kata dia, faktor usia juga perlu jadi pertimbangandalam menentukan posisi strategis di partai.

“Hal itu memungkinkan. Kuncinya adalah kesepakatan ber­sama dalam forum Muktamar,” katanya.

Meski begitu, Mundjidah mengaku belum menentukan nama yang akan didukung secara resmi oleh DPW PPP Jatim. Dia mengatakan rapat koordinasi sekarang ini merupakan bagian untuk menyamakan persepsi tentang transformasi kepemimpinan PPP.

Adsense

“Sampai saat ini kami belum menentukan sikap, apalagi Muktamar kan masih lama,” jelas Mundjidah.

Baca juga : Mahfud: Sahkan Saja RUU Perampasan Aset

Wakil Ketua Umum PPP, Musyaffa Noer mengungkapkan, dinamika menjelang muktamarmerupakan hal yang biasa. Termasuk, kata dia, kemunculan berbagai tokoh yang dinilai berpeluang menjadi ketua umum PPP.

“Ini menggambarkan PPP masih layak untuk dipertahankan. Sehingga, tidak kehabisan kader dan stok, baik internal maupun eksternal,” ujar Musyaffa.

Sementara itu, Sekretaris Angkatan Muda Ka’bah (AMK) Jawa Timur, Achmad Zainuddin meminta Plt Ketua Umum PPP Mardiono tidak maju lagi dalam Muktamar 2025. Dia mengata­kan, jika masih Mardiono yang menjadi Ketum PPP, Partai Ka’bah akan tinggal nama saja.

“Transformasi wajib dilaku­kan. Ini suara kami dari Banom (Badan Otonom) AMK. Kita inginkan perubahan,” katanya.

Zainuddin berharap kebesaran hati Mardiono untuk memberi­kan jalan kepada figur lain yang lebih muda dan berprestasi untuk memimpin PPP pada Muktamar PPP April 2025 mendatang. DPP PPP, kata dia, perlu merekrut kader baru tokoh nasional yang berpengaruh di Indonesia.

Baca juga : LRT Tetap Layani Publik Di Malam Tahun Baru

“Kami sampaikan ini atas keg­elisahan gaya kepemimpinan DPP PPP yang gagal membawa PPP masuk ke DPR RI,” jelasnya.

“Kami juga minta Pak Mardiono segera memberikan per­tanggungjawaban penuh dengan meminta maaf kepada seluruh kader PPP se-Indonesia,” tambah Zainuddin.

Rencananya, Muktamar PPP akan dilaksanakan setelah hari rayaIdul Fitri atau sekitar April 2025. Salah satu agenda dalam muktamar adalah menentukan nakhoda PPP.

Sejauh ini, sejumlah tokoh su­dah bermunculan di bursa calon. Di antaranya tokoh eksternal Saifullah Yusuf dan Dudung Abdurachman.

Dari kader internal, muncul na­ma Wakil Gubernur Jawa Tengah terpilih Taj Yasin. Kemudian juga kader PPP yang juga man­tan Wakil Gubernur DKI Jakarta dan Menteri Ekonomi Kreatif, Sandiaga Uno.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense