RM.id Rakyat Merdeka - Hasil quick count Pemungutan Suara Ulang (PSU) Pilkada Provinsi Papua yang dirilis Indikator Politik Indonesia pada Kamis (7/8/2025) menunjukkan, paslon Matius Fakhiri - Aryoko Alberto Ferdinand Rumaropen berada di posisi teratas dengan perolehan suara sekitar 50,71 persen. Mengungguli Benhur Tomi Mano– Constant Karma yang hanya 49,29 persen.
Quick count adalah proses penghitungan suara pemilu yang dilakukan secara cepat, dengan menggunakan sampel data dari TPS yang dipilih secara acak dan representatif, dengan tujuan memberikan informasi hasil pemilu secara cepat dan akurat (dalam rentang margin of error) kepada publik.
"Temuan data masuk di angka 100 persen dari keseluruhan 250 sampel TPS yang tersebar di seluruh provinsi Papua menemukan hasil prediksi bahwa paslon Matius Fakhiri - Aryoko Alberto Ferdinand Rumaropen berada di posisi teratas dengan perolehan suara sekitar 50,71 persen," kata Direktur Utama Indikator Politik Indonesia Fauny Hidayat dalam surat pengantar rilis, Kamis (7/8/2025).
Di wilayah Papua 4 (Kabupaten Keerom), Matius Fakhiri-Aryoko unggul telak dengan angka 62,14 persen. Meninggalkan Benhur-Constant, yang hanya meraup angka 37,86 persen.
Baca juga : Prediksi Hendri Satrio Terhadap Politik Indonesia Di Kuartal Pertama 2025
Sebaliknya, di wilayah Papua 5 (Kabupaten Sarmi dan Mamberamo Raya), Benhur-Constant berjaya dengan angka 62,06 persen. Sementara Matius Fakhiri-Aryoko mengantongi angka 37,94 persen.
Hasil quick count menunjukkan, selisih suara masing-masing paslon secara statistik tidak signifikan. Prediksi quick count bukan hasil resmi Pilkada Provinsi Papua.
"Hasil resmi hanya berhak diumumkan oleh KPUD Provinsi Papua. Quick count hanya digunakan sebagai data pembanding atas hasil resmi yang akan dikeluarkan oleh KPUD Provinsi Papua," papar Fauny.
Dalam penghitungan quick count ini, populasi yang digunakan Indikator mencakup pemilih yang datang ke TPS dan memilih secara sah, yang tersebar di seluruh Provinsi Papua.
Baca juga : Survei IDM Pilkada Kaltim, Petahana Cuma 31,6 Persen, Penantang 62,6 Persen
Sampel suara pemilih ditentukan dengan metode Stratified-Cluster Random Sampling.
Dalam prosedur pemilihan sampel, Indikator melakukan stratifikasi dengan mengelompokkan populasi TPS menurut wilayah/ strata. Setelah itu, dilakukan penentuan cluster dengan memilih TPS (primary sampling unit) di masing-masing wilayah/strata secara acak dengan jumlah proporsional.
Total sampel terpilih berjumlah 250 TPS. Toleransi kesalahan atau margin of error (MoE) maksimal Quick Count diperkirakan +/- 2,19 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen. Nilai-nilai statistik terkomputasi menggunakan Software R (Survey Package).
Baca juga : Gladi Kotor Pelantikan Presiden Capai 80 Persen, Besok Gladi Bersih
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.