BREAKING NEWS
 

Calon Kepala Daerah Gaungkan Sumbawa Jadi Sentra Pakan Ternak Nasional

Reporter : IRANDI KASMARA
Editor : WAHYU SURYANI
Jumat, 27 November 2020 22:09 WIB
Calon Bupati-Wakil Bupati Sumbawa, Jarot (kiri)-Mokhlis/Ist

RM.id  Rakyat Merdeka - Calon Bupati-Wakil Bupati Sumbawa, Jarot-Mokhlis, bakal menjadikan Sumbawa sebagai Sentra Pakan Ternak Nasional.

Jarot mengaku mempunyai strategi untuk memberikan nilai tambah jagung bagi ekonomi daerah.

Menurutnya, pakan harus dijaga untuk membuat kestabilan harga di Sumbawa.

Baca juga : Kalahkan 32 Perusahaan Global, BNI Jadi Pengembang API Portal Terbaik

Pihaknya akan mendorong terbentuknya atau terciptanya industri berbasis pertanian. Kita ketahui bahwa jagung saat ini 90 persen lebih dikirim ke luar daerah dengan harga yang terus menurun. 

“Karena itu, untuk mempertahankan atau meningkatkan harga kami akan mendorong agar terciptanya industri di Sumbawa," katanya. 

Adsense

Dengan adanya industri di Sumbawa, lanjut Jarot, maka nilai jual akan lebih baik. Setelah itu akan mendorong terciptanya lapangan kerja.

Baca juga : Bank Sampah Bintang Mangrove Di Surabaya Jadi Salah Satu Sumber Ekonomi Warga

"Dan juga akan menciptakan Sumbawa sebagai gudang pakan ternak untuk mempertahankan atau meningkatkan nilai tambah terhadap produksi jagung," tuturnya.

Direktur Pusat Kajian Pertanian Pangan dan Advokasi (PATAKA) Yeka Hendra Fatika punya persepsi sama. Dia mendukung keinginan calon kepala daerah di Sumbawa menjadikan wilayah terseut sebagai sentra pakan ternak.

Menurutnya, ide itu perlu didukung lantaran Sumbawa berpotensi jadi sentra pakan ternak yang cukup besar.

Baca juga : Fadel: Dampaknya Luar Biasa Besar

Untuk itu, kata dia, keinginan calon Bupati perlu didukung kalau ingin menjadikan Sumbawa sebagai sentral pakan ternak. Tujuannya, untuk menyediakan pakan kebutuhan ternak yang ada di Sumbawa terlebih dahulu.

Dengan demikian, maka produksi ataupun pertumbuhan sapi bisa menjadi lebih baik lagi saat ini. 

“Kalau kita lihat tahun demi tahun sapi yang diperdagangkan itu bobotnya semakin kecil. Jika 2 tahun yang lalu itu kita masih melihat sapi-sapi dengan bobot 300 kilogram lebih diperdagangkandi daerah Jabodetabek ataupun Jawa ya. Tetapi makin ke sini makin kecil," tuturnya. [REN]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense