Dark/Light Mode

Bank Sampah Bintang Mangrove Di Surabaya Jadi Salah Satu Sumber Ekonomi Warga

Kamis, 26 Nopember 2020 20:52 WIB
Eka Julia, influencer Instagram, menanam mangrove di Kelurahan Gunung Anyar Tambak, Kecamatan Gunung Anyar, Kota Surabaya. (Foto: Dok. PLN)
Eka Julia, influencer Instagram, menanam mangrove di Kelurahan Gunung Anyar Tambak, Kecamatan Gunung Anyar, Kota Surabaya. (Foto: Dok. PLN)

RM.id  Rakyat Merdeka - Sebelum tahun 2011, Kelurahan Gunung Anyar Tambak, Kecamatan Gunung Anyar, Kota Surabaya, sering menghadapi masalah sampah. Daerahnya yang berada di muara sungai perbatasan antara Surabaya dan Sidoarjo sering dipenuhi sampah. Padahal, daerah itu sering didatangi banyak tamu dari berbagai lembaga pemerintah serta korporasi, karena ditetapkan sebagai lokasi proyek penanaman bakau. Karena menjadi lokasi proyek penanaman bakau tak seharusnya wilayah ini terlihat kumuh.

Melihat kondisi ini, Perusahaan Listrik Negara (PLN) turun tangan. Melalui program PLN Peduli, BUMN bidang listrik ini hadir dan terlibat dalam pelestarian lingkungan. PLN lantas menawarkan solusi. Bukan memberikan uang untuk membayar masyarakat melakukan pembersihan sampah, PLN justru mencetuskan ide membangun bank sampah.

Berita Terkait : Banyak Tantangan Mengajar Di Masa Pandemi Covid, Pendidik Tetap Termotivasi

Pada April 2012, bank sampah di Gunung Anyar Tambak mulai beroperasi. Sebagai modal awal, bank sampah ini mendapatkan bantuan dari desa sebesar Rp 400.000. Tak disangka, masyarakat cukup antusias menyetorkan sampah ke bank sampah bernama Bintang Mangrove. Tak hanya sampah domestik, warga sekitar juga berinisiatif mengumpulkan sampah-sampah dari muara sungai, bahkan hingga ke laut.

Di tangan masyarakat kampung nelayan di kawasan Gunung Anyar Tambak, sampah menjadi sesuatu yang membawa keuntungan. Tidak hanya secara ekonomi, melainkan juga kesehatan bagi masyarakat setempat.

Berita Terkait : Bupati Purwakarta: UMKM Harus Jadi Pahlawan Pemulihan Ekonomi Nasional

Kesuksesan ini yang kemudian membuat Bintang Mangrove menjadi pilihan studi banding sejumlah tamu dari mancanegara untuk mengetahui metode meningkatkan taraf ekonomi masyarakat di kawasan pesisir. "Kami sampai dikunjungi para tamu dari berbagai negara di ASEAN untuk melihat keberhasilan pengelolaan sampah di pesisir," kata Kusniyati, seorang warga sekaligus pecinta lingkungan, dalam keterangan yang diterima redaksi, Kamis (26/11).

Tak hanya itu, Bank Sampah Bintang Mangrove kini telah menjadi salah satu objek wisata di kawasan Gunung Anyar Tambak. Kesuksesannya mampu mencuri perhatian para influencer Instagram dari Jakarta untuk berkunjung. 

Berita Terkait : Pembangunan MRT Dan LRT Di Surabaya Jadi Program Prioritas Eri-Armuji

Eka Julia, salah satu influencer, ikut berkunjung sana. Dirinya ikut serta dalam penanaman tanaman mangrove.

Di sana, Eka juga menyaksikan, mangrove tidak bermanfaat untuk melindungi pantai dari abrasi. Namun, buahnya juga bisa dimanfaatkan. Di sana, buah mangrove diolah warga menjadi minuman sirup. “Nah, di sini saya dan teman-teman berkesempatan mencoba minuman buah mangrove buatan warga sini,” ucapnya. [USU]