RM.id Rakyat Merdeka - Musim haji saat ini agak berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Nuansa politik ikut terasa sampai Tanah Suci. Apalagi, dua kandidat capres (diurutkan berdasarkan abjad), Anies Baswedan dan Ganjar Pranowo, ikut melaksanakan rukun Islam kelima tersebut.
Keberangkatan Anies dan Ganjar ke Tanah Suci tentu hal positif. Hal itu menandakan bahwa keduanya adalah Muslim yang taat. Status mereka sebagai tamu Allah juga diharapkan membawa berkah bagi negeri ini. Saat mereka pulang ke Tanah Air dengan membawa predikat haji mabrur, kesalehannya, kepeduliannya pada sesama, kedermawanannya, termasuk juga kinerjanya dalam membangun negeri, akan lebih baik.
Baca juga : Capres-Cawapres Ditantang Urusi Masalah Iklim
Sebelum ini, sebenarnya Anies dan Ganjar sudah punya “gelar” Haji. Namun, tidak masalah keduanya berangkat lagi tahun ini. Dalam agama, seseorang dibolehkan berhaji berkali-kali. Berdasarkan peraturan hukum positif, hal itu juga tidak dilarang, asalkan sudah melewati 10 tahun dari haji pertama.
Mengenai keberangkatan keduanya tahun ini, publik tidak perlu su'udzon dengan mengaitkan pada langkah pencitraan. Kita ambil sisi positifnya saja. Mungkin, keberangkatan Anies dan Ganjar ini sebenarnya sudah direncanakan jauh-jauh hari sebelum musim politik tiba. Atau bisa juga, keberangkatan mereka memang untuk mencari berkah dan memohon petunjuk dalam usaha membangun Ibu Pertiwi menjadi lebih baik.
Baca juga : Untuk Para Capres, Tolong Kedepankan Narasi Persatuan!
Kita berharap, dalam pelaksanaan haji nanti, Anies dan Ganjar punya kesempatan silaturahmi di Tanah Suci. Sudah lama keduanya tidak ngobrol akrab. Sejak musim Pilpres tiba, keduanya seakan-akan berjarak. Padahal, dulu keduanya sangat dekat, sering bertemu, dan berkolaborasi dalam membangun Jakarta dan Jawa Tengah.
Mudah-mudahan, dengan bertemu di Tanah Suci, jalur komunikasi yang sempat membeku dapat mencair kembali. Meski persaingan politik menuju 2024 sangat panas, keduanya tidak boleh sampai bermusuhan. Silaturahmi dan juga kolaborasi hanya terus berjalan, siapa pun yang menjadi presiden nanti.
Baca juga : 7 Desa Tak Terima Dana Desa, Ini Penyebabnya
Untuk Prabowo Subianto, yang tidak berangkat haji tahun ini, juga jangan diragukan kesalehannya. Prabowo merupakan capres 2014 dan 2019 yang banyak mendapat dukungan dari para santri, ustaz, dan kiai. Selain itu, Prabowo juga sudah punya “gelar” Haji, bahkan jauh sebelum maju sebagai capres 2014. Semua ini tentu menunjukkan bahwa Prabowo sosok Muslim taat.
Dengan semua capres yang taat beragama ini, kita berharap, Pilpres 2024 bisa berlangsung sejuk. Tak ada saling serang dan saling menjelekkan. Sebab, para capres yang maju tujuannya sama, yaitu untuk semakin memajukan Indonesia.■
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.