Sebelumnya
Karena, harus diakui bahwa sekarang kita baru bisa berseru, “Timnas Yes”, tapi belum untuk sepakbola Indonesia (secara umum). Tantangannya masih banyak.
Kemajuan Timnas Indonesia perlu ditularkan kepada sepakbola Indonesia. Keduanya harus berjalan paralel. Timnas oke, sepakbola Indonesia juga harus oke.
Sebut misalnya, mutu kompetisi, seperti pemain, pelatih, wasit, penonton, manajemen klub, bahkan standar penyiaran perlu ditingkatkan secara tegas dan konsisten.
Baca juga : Bukan Menteri Grade B atau C
Pembinaan berjenjang sejak usia dini, juga perlu mendapat perhatian serius. Di Belanda, jenjang kompetisinya sangat banyak dan tertata. Para pemain muda berlatih dan dilatih dengan baik dan benar sejak usia empat atau lima tahun.
Di Amerika Serikat dan Jepang, kompetisi antar sekolahnya sangat maju dan berkualitas. Di Jepang, banyak pemainnya yang lahir dari kompetisi antar universitas.
Selain itu, infrastruktur sepakbola Indonesia juga perlu dibenahi. Kelayakan dan standardisasi stadion perlu diperketat. Tragedi Stadion Kanjuruhan di Malang, menjadi pelajaran sangat mahal bagi sepakbola Indonesia. Tragedi itu tidak boleh terulang.
Baca juga : Bukan Menteri “Coba-coba”
Kalau kemajuan Timnas bisa berjalan seiring dengan kemajuan sepakbola Indonesia, suatu saat kita mungkin tidak lagi terjebak dalam perdebatan naturalisasi pemain, paspor, serta tata tertib pewarganegaraan.
Saat itu, kita dengan bangga menikmati Merah Putih yang berkibar dan menyanyikan lagu Indonesia Raya dengan syahdu. Kita juga secara berjamaah menyanyikan lagu Tanah Airku setelah Timnas Indonesia mengalahkan Belanda dan Jepang, masing-masing dengan skor 2-0 di Piala Dunia.
Apakah itu masih mimpi? Kita harap tidak.
Baca juga : Gadai Surat Dan 919 Triliun
Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 1 & 8, edisi Minggu, 15 September 2024 dengan judul "Heboh Timnas Naturalisasi"
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.