Dark/Light Mode
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Wartawan Senior
RM.id Rakyat Merdeka - Bagaimana sketsa wajah pemberantasan korupsi di era Presiden Prabowo? Lembut, datar-datar saja, sama dengan yang sekarang, atau lebih galak dan tanpa kompropmi?
“Saya akan sisihkan anggaran khusus untuk pemberantasan dan pengejaran koruptor-koruptor itu… Kalaupun dia lari ke Antartika, aku kirim pasukan khusus untuk nyari mereka di Antartika,” tegas Prabowo dalam acara penutupan Rapimnas Partai Gerindra Sabtu, (31/8/2024).
Janji dan tekad tersebut patut didukung dan diapresiasi. Walaupun, sejauh ini, belum pernah terdengar ada koruptor yang lari sampai ke daerah kutub tersebut.
Itu hanya semacam kiasan untuk menunjukkan komitmen untuk memberantas korupsi yang sudah parah di Indonesia. Tekad tersebut mencerminkan keseriusan. Layak didukung.
Baca juga : Kotak Kosong, Tiba-tiba Skak!
Artinya, kalau di Antartika yang sangat jauh saja bisa dikejar, apalagi yang di dalam negeri, atau yang dekat-dekat seperti di negara tetangga, mestinya itu lebih mudah.
Komitmen tersebut sangat penting. Sama seperti ketika Zhu Rongji dilantik sebagai Perdana Menteri China pada 1998.
Saat itu, Rongji berkata, “siapkan 100 peti mati untuk para koruptor. Gunakan 99 peti itu, dan sisakan satu peti untuk saya bila saya korupsi!”
Kita berharap, janji pemimpin terpilih bisa menjadi pegangan bagi seluruh aparat pemerintah, termasuk para penegak hukum, dalam memberantas korupsi serta menguatnya gerakan anti korupsi.
Baca juga : Kotak Kosong,Tiba-tiba Skak!
Selain tekad tersebut, faktor lain yang bisa memberi gambaran wajah pemberantasan korupsi ke depan adalah anggota kabinet terpilih. Apakah para peembantu Presiden tersebut memiliki komitmen kuat untuk memberantas korupsi? Atau, kelasnya “standar-standar” saja?
Para pimpinan lembaga-lembaga hukum, juga bisa memberi gambaran awal bagaimana arah serta keseriusan pemberantasan korupsi lima tahun ke depan.
Kita berharap ada paket “pendekar hukum” yang bisa mengentaskan Indonesia dari kubangan korupsi serta menjadikan hukum sebagai panglima.
Gambaran lainnya, juga bisa tercermin dari komitmen untuk menuntaskan UU Perampasan Aset hasil korupsi. RUU ini sudah “mangkrak” belasan tahun.
Baca juga : Bijak Dan Bara Kelas Menengah
Presiden Jokowi juga sudah menyentil DPR supaya segera menyelesaikan RUU Perampasan Aset, sama seperti respons cepat DPR terhaadap revisi UU Pilkada. Kita lihat, bagaimana nasib RUU tersebut dalam waktu dekat.
Kita berharap, di era Presiden Prabowo, setidaknya, Indeks Persepsi Korupsi (IPK) Indonesia yang sekarang anjlok, bisa kembali membaik. Karena, indeks ini akan menjadi salah satu pertimbangan bagi para investor asing.
Selain itu, kita juga berharap, KPK yang baru, yang pimpinannya sedang diseleksi, bisa benar-benar menjadi pemberantas korupsi yang sejati dan kuat.
Harapan kita, komitmen kuat yang disertai langkah-langkah konkret bisa membuat Indonesia lebih baik. Kita yakin akan ada gebrakan-gebrakan baru yang luar biasa dan lebih galak. Karena, Presiden Prabowo sangat melekat dengan gerakan anti kebocoran anggaran yang sudah lama digaungkannya. Kita tunggu hasilnya.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.