RM.id Rakyat Merdeka - Panen raya sudah dimulai. Produksi padi di beberapa sentra produksi naik signifikan. Sejak awal Februari 2025 ini mulai ada tanda-tanda harga gabah di tingkat petani menurun.
Supaya ke depan ini, harga gabah tidak anjlok, kita berharap, Bulog menyerap sebagian besar gabah petani dengan harga minimal Rp 6.500 per kg. Untuk melindungi petani, sejak 15 Januari 2025 lalu, Harga Pembelian Pemerintah (HPP) ditetapkan Rp 6.500 per kg gabah kering panen (GKP) dan meniadakan aturan rafaksi.
Baca juga : Pemerataan Kesejahteraan
Untuk melindungi petani dari rayuan tengkulak, Bulog mesti membentuk satgas khusus sampai ke tingkat desa. Satgas pengadaan dan penyerapan gabah tersebut mesti dibekali dana yang cukup untuk membeli gabah dengan harga paling rendah Rp 6.500 per kg.
Untuk pengadaan beras dalam jumlah besar, Bulog perlu mendapat dukungan dana APBN (Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara). Tentu penggunaan APBN mesti dilakukan transparan. Untuk ini, perlu pengawasan super ketat dari BPKP (Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan).
Baca juga : Jangan Persulit Rakyat Kecil
Kita berharap, satgas Bulog bergerak cepat menyerap gabah petani. Ini penting agar stok beras Bulog tahun ini bisa dijaga di angka 3 juta ton. Kalau gudang Bulog penuh, bisa meminjam gudang milik BUMN pangan.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.