Dark/Light Mode
Wartawan Senior
RM.id Rakyat Merdeka - Ekonomi global sedang tidak baik-baik saja. Bahkan, ada tanda-tanda memburuk di semester pertama tahun 2025. Supaya ekonomi negeri ini tidak ikut terpuruk, insentif mesti diberikan kepada pengusaha kelas menengah ke bawah. Dan, untuk bisnis rakyat kecil, insentif perlu diberikan dalam bentuk dana bergulir dan pinjaman lunak dengan bunga 3 persen per tahun.
Setelah hiruk pikuk politik selama masa kampanye Pemilu, Pilpres dan Pilkada selesai, kini saatnya pemerintah dan DPR kembali fokus pada upaya penyelamatan bisnis rakyat kecil yang sebagian besar rontok diterjang badai Covid-19.
Pemerintah mesti menyiapkan anggaran khusus untuk bisnis rakyat kecil. Sebab, untuk bisa bangkit lagi, pedagang kaki lima, pedagang asongan dan gorengan butuh modal, butuh lokasi strategis, plus perlindungan agar tidak dipungli oknum petugas nakal.
Baca juga : Kencangkan Ikat Pinggang
Supaya ekonomi rakyat tahun 2025 bisa tumbuh lebih dari 5,5 persen dan tahun 2026 tumbuh 6 persen, suntikan modal mesti diberikan kepada pedagang kelontong di perkampungan padat penduduk serta pedagang sayuran dan bumbu masak di pasar tradisional.
Suntikan modal juga mesti diberikan kepada warung makan di sekitar perkantoran dan pedagang keliling di sekitar sekolah. Stimulus khusus mesti diberikan untuk bisnis rakyat kecil di pedesaan. Terutama usaha kerajinan rakyat dan pengolahan makanan yang bahan bakunya tersedia di desa.
Kita berharap, ke depan ini alokasi dana untuk menggenjot pertumbuhan ekonomi rakyat, diperbesar. Kalau perlu dinaikkan dua kali lipat. Artinya, pemerintah tak boleh pelit kepada rakyat kecil.
Baca juga : Hemat Anggaran Belanja Negara
Bisnis rakyat kecil yang mati suri mesti dihidupkan kembali dengan memberikan infus berupa bantuan modal. Sedangkan yang sudah mulai bisa bernapas lagi perlu diberikan suntikan vitamin berupa pinjaman tanpa bunga. Setelah ada tanda-tanda mulai sehat, baru diberikan lagi pinjaman dalam bentuk kredit usaha rakyat (KUR).
Kita berharap, roda perekonomian di pedesaan bisa berputar lebih cepat. Untuk itu, berbagai stimulus dan insentif khusus mesti diberikan kepada bisnis rakyat kecil di pedesaan dan perkampungan padat penduduk.
Kalau ekonomi di lapisan bawah bangkit kembali, daya beli rakyatnya pun akan naik. Sehingga produk industri yang ada di negeri ini sebagian besar bisa diserap pasar. Dan, inilah yang akan memacu pertumbuhan ekonomi nasional.
Baca juga : Segera Penuhi Janji Kampanye
Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 1 & 8, edisi Sabtu, 21 Desember 2024 dengan judul "Ayo Bangkitkan Ekonomi Rakyat"
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.