RM.id Rakyat Merdeka - Presiden Prabowo Subianto, Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, dan Ketua Umum PDIP yang juga Presiden ke-5 RI Megawati Soekarnoputri duduk satu meja dalam Peringatan Hari Lahir Pancasila, di Gedung Pancasila, Kementerian Luar Negeri, Jakarta, Senin (2/6/2025). Suasana pertemuan itu begitu akrab dan menyejukkan. Suasana seperti ini seyogyanya juga dihadirkan para elite politik lain dan para pendukungnya.
Keakraban dan persahabatan antara elite harus dipertunjukkan ke publik. Sehingga, tontonan ini bisa menjadi tuntunan masyarakat dalam menjalin hubungan di akar rumput. Dalam politik, bersaing ketat ketat boleh-boleh saja, tapi hubungan harus tetap dijaga dengan baik. Kesantunan, sebagai nilai-nilai budaya Timur, harus tetap dipelihara.
Di tiga Pilpres terakhir, Prabowo dan Mega selalu berseberangan. Namun, hubungan mereka tetap terjalin dengan baik. Meski jarang bertemu, persahabatan keduanya tidak pudar. Saat bertemu, mereka sangat akrab dan lengket. Contohnya sangat jelas, dalam pertemuan dalam Peringatan Hari Lahir Pancasila kemarin, Prabowo bahkan menggandeng tangan Mega.
Baca juga : Menguatkan Pancasila di Era Digital
Sikap seperti ini harus ditiru para elite lain dan para pendukungnya. Para elite dan vokalis parpol harus mulai meninggalkan ucapan-ucapan mengandung kebencian, tuduhan, juga provokasi. Gantilah dengan ucapan yang membangun silaturahmi, persahabatan, dan penghargaan.
Sebab, ucapan para elite dan vokalis parpol, selalu menjadi rujukan para pendukungnya di bawah. Apalagi untuk ucapan-ucapan yang bernuansa mendegradasi musuh politiknya. Hal itu bisa langsung “digoreng”, “diolah”, dan ditambahi dengan narasi-narasi justifikasi. Akhirnya, yang tadinya isu kemudian dianggap sebagai sebuah kebenaran.
Pemilu sudah berlalu satu tahun lebih. Para elite parpol dan pendukungnya harus segera move on. Menyusun rencana untuk Pemilu 2029 boleh-boleh saja. Tapi jangan sampai menggunakan politik “goreng” isu, dan menyebarkan kebencian pada lawan politik.
Baca juga : Tantangan Implementasi Sekolah Gratis
Ingat, tantangan bangsa ini sangat berat. Dunia saat ini sedang berkecamuk. Dari perang dagang sampai perang nuklir. Untuk itu, semua anak bangsa harus bersatu padu. Bergotong royong untuk mewujudkan Indonesia maju. Jangan terpecah belah.
Jalan politik boleh saja beda. Ada yang di koalisi, ada yang di oposisi. Namun, perbedaan jalan ini tidak mesti dilalui dengan permusuhan. Perbedaan jalan ini harus dijadikan sebagai ajang berlomba-lomba untuk menunjukkan yang terbaik ke publik.
Sejatinya, rakyat kita sudah lelah dengan politik saling menjelekkan. Rakyat sudah jengah ke pihak-pihak yang sukanya menghardik dan menyerang. Maka dari itu, mulai ubahlah gaya politik. Berpolitiklah dengan santun dan riang gembira. Agar rakyat juga merasakan ketenangan.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.