BREAKING NEWS
 

2.000 Triliun Dan Uang Kopi

Reporter & Editor :
SUPRATMAN
Minggu, 6 Juli 2025 06:22 WIB
SUPRATMAN

 Sebelumnya 
Selain itu, kepala daerah bertindak seolah-olah “raja-raja kecil”. Terbiasa membuat kebijakan sendiri yang berpotensi menghambat investasi. Apakah “budaya” ini sudah benar-benar diminimalisir?

Kenapa ini bisa terjadi? Sangat mungkin ada misinterpretasi regulasi. Juga kurangnya koordinasi. Bahkan, bisa saja muncul rasa saling tidak percaya.

“Daripada mereka (pusat) yang “makan” lebih baik kita (di daerah) yang sikat,” kira-kira begitu “prinsip” saling tidak percaya itu berbenih. Apalagi kalau ada motif ingin melanggengkan dinasti di daerah tersebut.

Baca juga : “Pamer” Boleh, Jangan Lupa Substansi

Yang tak kalah pentingnya, tentu saja kepastian dan penegakan hukum. Misalnya, UU Cipta Kerja mempermudah pengurusan AMDAL, tapi di daerah ternyata ada Perda lagi yang mengatur AMDAL. Investor dibuat bingung dan repot.

Atau, soal pembebasan lahan yang berujung konflik dengan masyarakat adat. Misalnya, disebabkan ketidaksesuaian ganti rugi atau ganti untung.

Investor asing maupun lokal tentu tidak mau repot dengan ketidakpastian seperti itu. Apalagi, ada potensi konflik sosial berlarut-larut di kemudian hari. Ditambah lagi dengan korupsi, pungli, “uang rokok, uang dengar, uang kopi” dan “uang-uang” lainnya.

Baca juga : Menumbuhkan Rasa Takut Korupsi

Karena itu, bereskan semuanya secepat mungkin, secara taktis dan strategis. Benahi koordinasi lintas sektoral secara tegas dan terorkestrasi. Segera. Karena, bangsa ini terus dikejar waktu.

Sekarang, usia kabinet dan parlemen sudah hampir setahun. Dua tahunan lagi masuk tahun politik. Kalau semua sibuk urusan “kursi”, potensi kehilangan investasi sampai Rp 2.000 triliun bisa jadi sekadar angin lalu. Bukan persoalan serius. Namun, bagi rakyat, ini urusan sangat penting dan serius.

Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 1 & 6, edisi Minggu, 6 Juli 2025 dengan judul "2.000 Triliun Dan Uang Kopi"

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense