Dark/Light Mode
Wartawan Senior
RM.id Rakyat Merdeka - Rabu kemarin, Kejaksaan Agung kembali memamerkan uang hasil sitaan. Kali ini, nilainya Rp 1,3 triliun. Dua pekan lalu, Selasa (17/6), Kejagung juga menyita uang yang lebih fantastis: Rp 11,8 triliun.
Kita berharap, memamerkan uang dari kasus yang diduga hasil korupsi, menjadi penanda keseriusan, transparansi, dan konsistensi dalam memberantas korupsi. Bukan sekadar “pamer”.
Selama ini, publik hanya mendengar betapa dahsyatnya korupsi di Indonesia. Bahkan, saking besar dan banyaknya, ada yang menyusun Klasemen Liga Korupsi Indonesia layaknya klasemen sepakbola. Seperti Barcelona dan Real Madrid yang kejar-kejaran di papan klasemen. Sangat seru.
Sekarang, uang bernilai sangat fantastis itu bisa disaksikan. Dipamerkan. Menumpuk bahkan menggunung. Visual “wow” semacam ini bisa dimanfaatkan sebagai kampanye anti korupsi. Sebagai alat edukasi dan warning kepada publik: betapa bahaya dan mewabahnya korupsi di negeri ini.
Baca juga : Menumbuhkan Rasa Takut Korupsi
Dengan demikian, publik lebih aware dan peduli. Lebih terlibat lagi dalam kampanye serta upaya pencegahan dan pemberantasan korupsi. Juga bisa memberi warning bahwa korupsi merupakan tindakan berisiko tinggi dan berbahaya. Siapa pun bisa kena.
Dari tumpukan uang ini, tim Kejaksaan Agung misalnya bisa membuat visualisasi atau video yang menggugah kesadaran dan kepedulian. Bahwa, dari satu bundel bernilai seratusan juta itu, bisa untuk merehabilitasi sekolah.
Dari gunungan uang triliunan itu, banyak murid yang bisa diselamatkan dari ancaman putus sekolah. Banyak fasilitas kesehatan yang bisa dibangun, dan sebagainya.
Dan, yang tak kalah pentingnya, uang hasil sitaan yang menggunung itu, bisa menjadi pendorong kinerja kejaksaan secara keseluruhan. Karena, sejauh ini, seperti yang disuarakan publik, masih ada beberapa kasus yang dianggap belum optimal dituntaskan oleh Kejaksaan Agung.
Baca juga : Aset Dan Warisan Spektakuler
Selain itu, Kejaksaan Agung yang sekarang sedang “naik daun” bisa menjadi motor penggerak bagi pemberantasan korupsi dan perbaikan sistem secara keseluruhan. Juga bisa menjadi teladan.
Rakyat pasti selalu men-support dan mengawal upaya pemberantasan korupsi yang dilakukan aparat penegak hukum. Karena, korupsi di negeri ini sudah sangat akut dan kronis. Sudah sangat banyak mengambil hak-hak kesejahteraan rakyat.
Namun, perlu diingat, korupsi bukanlah sekadar menyita serta mengembalikan uang negara. Bahwa itu bagus, iya. Betul.
Namun, langkah-langkah substansi lainnya, juga penting. Pengawasan dan perbaikan tata kelola di banyak lembaga, penegakan hukum yang adil, perbaikan sistem, dan yang tak kalah pentingnya: keteladanan, juga sangat mendesak dan strategis.
Baca juga : Perlu Antisipasi Segera Dan Serius
Tentu saja, ini perlu koordinasi, sinergi dan orkestrasi yang baik. Tidak bisa sendirian. Tidak bisa jalan sendirisendiri. Harus bisa disatukan, seperti tumpukan uang yang jumlahnya sangat fantastis itu.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.