Sebelumnya
Pemulihan sosial dan ekonomi, harus secepatnya dilakukan, untuk meredakan ketegangan. Program-program yang langsung menjawab kebutuhan dasar rakyat juga perlu disegerakan.
Langkah serta aksi nyata lainnya, termasuk penegakan hukum yang adil dan pemberantasan korupsi, perlu diakselerasi untuk mengembalikan kepercayaan rakyat.
Baca juga : Mengawal “Kue Rampasan”
Para pejabat, termasuk DPR, juga perlu introspeksi sangat serius. Beberapa lembaga yang menjadi obyek kritik dan protes, harus menata diri. Jangan lukai hati rakyat.
Imbauan kepada para pejabat supaya tidak flexing atau pamer di media sosial, perlu segera dibarengi upaya serta aksi yang lebih substantif. Tidak sekadar simbolis.
Baca juga : “Fasad Baru Rumah Lama”
Karena, dalam dunia politik, upaya seperti “gaya hidup merakyat” dan flexing, ibarat tren mode: bisa muncul tiba-tiba, menghilangnya pun tiba-tiba. Karena itu, jangan terlena. Be consistent.
Lakukan aksi-aksi konkret untuk memperbaiki akar masalahnya. Segera. Berkesinambungan. Jangan malah meniup dan membesarkan bara. Apalagi kalau “baranya ada di dalam sekam”.
Baca juga : “Merayakan” Korupsi
Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 1 & 6, edisi Minggu, 14 September 2025 dengan judul "Dari Flexing Ke Aksi"
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.