BREAKING NEWS
 

Suara yang Mengganggu

Reporter & Editor :
BUDI RAHMAN HAKIM
Senin, 9 Maret 2026 08:17 WIB
BUDI RAHMAN HAKIM

RM.id  Rakyat Merdeka - Kritik selalu terdengar lebih keras bagi kekuasaan. Ia datang tanpa undangan, sering tanpa tata krama yang diharapkan. Di telinga negara yang sedang bekerja, kritik bisa terasa seperti gangguan. Namun di mata warga, ia adalah hak—bahkan kewajiban—untuk menjaga arah bersama.

Beberapa minggu terakhir menunjukkan pola yang akrab: keluhan publik muncul, negara merespons dengan defensif. Kritik dianggap berlebihan, disalahpahami sebagai serangan politik, atau disederhanakan sebagai ketidakpuasan sementara. Yang hilang dari respons itu adalah satu hal: kesediaan melihat kritik sebagai koreksi.

Baca juga : Ketika Janji Diuji

Padahal kritik adalah mekanisme kesehatan demokrasi. Tanpanya, kebijakan berjalan tanpa umpan balik. Negara bergerak dalam ruang gema—hanya mendengar suara yang menguatkan dirinya sendiri. Di situ, kesalahan kecil mudah tumbuh menjadi masalah besar karena tidak pernah diperiksa.

Adsense

Ada kecenderungan lama dalam kekuasaan: menginginkan stabilitas yang sunyi. Kritik dianggap merusak ketertiban, memperkeruh suasana, atau mengganggu kepercayaan. Padahal justru kebalikannya. Kritik yang diabaikan melahirkan ketidakpercayaan yang lebih dalam.

Baca juga : Harga dan Kesabaran

John Stuart Mill sudah lama menegaskan bahwa kebebasan berpendapat penting bukan hanya untuk melindungi suara minoritas, tetapi juga untuk mencegah masyarakat hidup dalam ilusi kebenaran yang tak pernah diuji (On Liberty, 1859). Tanpa kritik, negara kehilangan cermin untuk melihat dirinya sendiri.

Masalahnya, kritik sering dilihat sebagai persoalan loyalitas: siapa mendukung, siapa menentang. Padahal dalam demokrasi matang, kritik adalah bentuk partisipasi. Warga yang mengkritik tidak selalu ingin menjatuhkan negara; mereka ingin negara bekerja lebih baik.

Baca juga : Tekanan dari Bawah

Suara yang mengganggu sering kali adalah suara yang paling diperlukan. Negara yang kuat bukan yang mampu membungkam kritik, tetapi yang mampu mendengarnya tanpa panik. Dari sanalah perbaikan dimulai—bukan dari pujian, tetapi dari keberanian menghadapi koreksi.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense