Dark/Light Mode
Wartawan Senior
RM.id Rakyat Merdeka - Kesabaran rakyat sering diuji bukan oleh isu besar, melainkan oleh hal paling dasar: harga. Pangan naik sedikit saja, kegelisahan langsung terasa. Bukan karena warga tak tahan, tetapi karena ruang bertahan sudah sempit. Ketika kebutuhan pokok menjadi beban, kesabaran berubah menjadi daya tahan yang terus menipis.
Awal Maret membawa tekanan itu ke permukaan. Harga beras, minyak, dan kebutuhan harian bergerak naik-turun tanpa kepastian. Bagi sebagian, ini sekadar fluktuasi. Bagi banyak keluarga, ini soal memilih: mengurangi konsumsi, menunda kebutuhan lain, atau berutang untuk bertahan. Ekonomi makro boleh stabil, dapur tetap bergolak.
Baca juga : Tekanan dari Bawah
Negara sering menjelaskan dengan bahasa data: distribusi terganggu, musim berpengaruh, pasar menyesuaikan. Penjelasan ini benar, tetapi tidak cukup. Warga tidak hidup dalam grafik, mereka hidup dalam pengeluaran harian. Setiap kenaikan kecil terasa besar ketika pendapatan tidak bergerak.
Di sinilah kesabaran diuji secara konkret. Rakyat diminta memahami situasi, menunggu stabilisasi, dan percaya pada kebijakan. Namun kesabaran bukan tanpa batas. Ia memiliki ambang—dan ambang itu sering dilampaui oleh kebutuhan dasar yang tak bisa ditunda.
Albert Hirschman menunjukkan bahwa ketika kondisi memburuk, warga memiliki dua pilihan: bersuara atau keluar. Jika suara tidak didengar, yang terjadi adalah penarikan diri—apatisme, ketidakpercayaan, atau bahkan perlawanan diam (Exit, Voice, and Loyalty, 1970). Harga yang terus menekan bisa mendorong perubahan dari kesabaran menjadi penolakan.
Kebijakan ekonomi tidak boleh berhenti pada stabilisasi angka. Ia harus memastikan keterjangkauan nyata. Intervensi harga, distribusi yang adil, dan perlindungan bagi yang paling terdampak bukan sekadar opsi, melainkan kewajiban. Tanpa itu, kebijakan terlihat bekerja, tetapi tidak dirasakan.
Baca juga : Merawat yang Rapuh
Kesabaran rakyat adalah fondasi stabilitas. Namun fondasi ini tidak tak terbatas. Ia harus dirawat melalui kehadiran negara yang nyata, bukan sekadar penjelasan. Jika tidak, yang retak bukan hanya daya beli, tetapi juga kepercayaan. Dan ketika itu terjadi, harga yang naik bukan lagi sekadar ekonomi—ia menjadi persoalan politik.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.