BREAKING NEWS
 

Arah yang Diperbaiki

Reporter & Editor :
BUDI RAHMAN HAKIM
Jumat, 27 Maret 2026 08:06 WIB
BUDI RAHMAN HAKIM

RM.id  Rakyat Merdeka - Tidak semua arah harus dipertahankan. Ada kalanya kebijakan yang sudah berjalan perlu dikoreksi—bukan karena gagal total, tetapi karena realitas menuntut penyesuaian. Negara yang hidup bukan yang selalu benar, melainkan yang mampu memperbaiki.

Maret menjadi bulan ketika tekanan publik, evaluasi internal, dan pengalaman lapangan bertemu. Di titik ini, pemerintah dihadapkan pada pilihan: bertahan pada arah awal demi konsistensi, atau memperbaiki demi relevansi. Banyak yang memilih bertahan karena takut dianggap lemah. Padahal, keteguhan tanpa refleksi sering berujung pada kekeliruan yang berulang.

Baca juga : Negara yang Rendah Hati

Mengubah arah sering disalahpahami sebagai tanda inkonsistensi. Dalam politik yang matang, justru sebaliknya. Koreksi adalah bagian dari tanggung jawab. Ia menunjukkan bahwa negara tidak menutup mata terhadap dampak kebijakan, dan bersedia belajar dari pengalaman.

Adsense

Masalahnya, koreksi kerap ditunda terlalu lama. Kekuasaan cenderung menunggu tekanan membesar sebelum bergerak. Yang terjadi bukan perbaikan dini, melainkan respons darurat. Padahal, perubahan kecil yang tepat waktu lebih efektif daripada perubahan besar yang terlambat.

Baca juga : Kepercayaan yang Retak

Karl Popper mengingatkan pentingnya piecemeal social engineering—perbaikan bertahap yang terus-menerus, daripada mempertahankan kebijakan besar yang keliru (The Open Society and Its Enemies, 1945). Dalam pendekatan ini, kesalahan bukan ditutup, tetapi dijadikan bahan pembelajaran.

Koreksi juga membutuhkan komunikasi yang jujur. Negara perlu menjelaskan mengapa arah diubah, apa yang dipelajari, dan bagaimana langkah ke depan. Tanpa penjelasan ini, perubahan mudah disalahartikan sebagai kebingungan, bukan sebagai kematangan.

Baca juga : Dialog atau Formalitas

Mengubah arah bukan kelemahan, tetapi tanda hidup. Negara yang mampu memperbaiki menunjukkan bahwa ia bekerja, bukan sekadar bertahan. Dalam dunia yang terus berubah, hanya mereka yang mau menyesuaikan yang dapat menjaga arah tetap benar.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense