Dark/Light Mode
Wartawan Senior
RM.id Rakyat Merdeka - Arah telah dipilih sejak awal tahun. Niat dinyatakan, prioritas diumumkan, janji diucapkan. Namun arah bukan sesuatu yang cukup ditetapkan sekali lalu dibiarkan berjalan sendiri. Tanpa penjagaan, ia mudah bergeser—pelan, nyaris tak terasa, tetapi pasti.
Februari memberi pelajaran penting: banyak kebijakan berjalan, tetapi tidak semuanya konsisten dengan arah awal. Ada yang menyimpang karena tekanan politik, ada yang bergeser karena kompromi teknokratis, ada pula yang melemah karena kurangnya pengawasan. Di titik ini, masalahnya bukan pada arah, melainkan pada ketekunan menjaganya.
Baca juga : Merawat yang Rapuh
Konsistensi adalah ujian paling sunyi dalam pemerintahan. Ia tidak spektakuler, tidak menghasilkan headline besar, tetapi menentukan keberlanjutan. Negara yang konsisten tidak tergoda untuk terus mengubah narasi, melainkan memperdalam komitmen. Tanpa itu, kebijakan berubah-ubah, dan kepercayaan ikut goyah.
Sering kali arah benar dikorbankan demi kenyamanan jangka pendek. Tekanan elite, tuntutan elektoral, atau kepentingan sesaat membuat negara mengendurkan prinsip. Yang awalnya tegas menjadi lunak, yang awalnya berpihak menjadi netral semu. Di situlah arah mulai melenceng.
Baca juga : Negara yang Belajar
Dalam teori kepemimpinan, Ronald Heifetz menyebut pentingnya adaptive leadership—kemampuan menjaga arah nilai di tengah tekanan dan perubahan (Leadership Without Easy Answers, 1994). Bukan sekadar bertahan, tetapi terus menyesuaikan tanpa kehilangan kompas moral.
Menjaga arah berarti mengawasi diri sendiri. Setiap kebijakan perlu ditanya ulang: apakah masih sejalan dengan tujuan awal? Apakah masih berpihak pada yang membutuhkan? Apakah masih menjaga keadilan? Tanpa pertanyaan ini, kebijakan mudah terseret arus kepentingan.
Baca juga : Pemimpin Saat Salah
Arah benar tanpa penjagaan akan kembali melenceng. Februari telah menunjukkan tanda-tandanya. Maret dan seterusnya akan ditentukan oleh sejauh mana negara mampu menjaga kompasnya—bukan hanya melangkah, tetapi melangkah ke arah yang tetap benar.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.