BREAKING NEWS
 

Kekuasaan yang Bertahan

Reporter & Editor :
BUDI RAHMAN HAKIM
Senin, 6 April 2026 08:14 WIB
BUDI RAHMAN HAKIM

RM.id  Rakyat Merdeka - Tekanan tidak selalu melahirkan perubahan. Sering kali, ia justru memperkuat naluri bertahan. Dalam politik, bertahan menjadi strategi paling aman: menjaga posisi, merawat koalisi, dan menghindari risiko yang bisa menggoyahkan kursi. Di tengah tuntutan perbaikan, kekuasaan memilih bertahan.

April memperlihatkan pola itu dengan jelas. Setelah gelombang kritik dan evaluasi, respons yang muncul tidak selalu berupa koreksi mendasar. Yang terlihat justru penyesuaian terbatas—cukup untuk meredakan tekanan, tetapi tidak cukup untuk mengubah arah. Perubahan ditahan, stabilitas dijaga.

Baca juga : Perubahan atau Pura-Pura

Bertahan bukan tanpa alasan. Kekuasaan selalu dikelilingi oleh kepentingan: politik, ekonomi, dan jaringan yang harus dijaga keseimbangannya. Setiap perubahan membawa risiko, dan risiko berarti ketidakpastian. Dalam logika ini, mempertahankan lebih rasional daripada memperbaiki.

Adsense

Namun di situlah letak persoalannya. Ketika bertahan menjadi pilihan utama, perbaikan menjadi tertunda. Masalah tidak hilang, hanya dipindahkan ke waktu lain. Yang awalnya kecil bisa tumbuh menjadi besar, karena tidak pernah benar-benar diselesaikan.

Baca juga : Bertahan atau Berubah

Niccolò Machiavelli pernah mengingatkan bahwa penguasa cenderung memilih cara yang menjamin kelangsungan kekuasaannya, bahkan jika itu berarti menunda keadilan (The Prince, 1532). Dalam konteks modern, kecenderungan ini tidak hilang—ia hanya tampil dalam bentuk yang lebih halus.

Negara yang hanya bertahan akan kehilangan daya hidupnya. Ia mungkin stabil, tetapi stagnan. Ia mungkin aman, tetapi tidak berkembang. Kepercayaan publik tidak tumbuh dari kemampuan bertahan, melainkan dari keberanian memperbaiki.

Baca juga : Arah yang Diperbaiki

Bertahan bisa menjadi strategi sementara, tetapi tidak bisa menjadi arah. Kekuasaan yang hanya bertahan akan selalu tertinggal dari kebutuhan masyarakat. Sebaliknya, kekuasaan yang berani berubah mungkin menghadapi risiko—tetapi di situlah letak kemajuan.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense