RM.id Rakyat Merdeka - Semakin tinggi posisi, semakin kabur realitas. Kekuasaan bekerja dengan data, laporan, dan ringkasan. Di atas meja, semua tampak terukur dan terkendali. Di bawah, kehidupan berjalan dengan ketidakpastian yang tak selalu tertangkap angka. Di sinilah jarak itu terbentuk—pelan, tetapi nyata.
Elite sering melihat negara melalui layar presentasi. Grafik naik, indikator stabil, target tercapai. Sementara itu, warga melihat negara melalui pengalaman: harga yang terasa berat, layanan yang belum ramah, dan akses yang tidak merata. Dua cara melihat ini tidak selalu bertemu. Ketika jarak melebar, kebijakan mulai kehilangan sentuhan.
Baca juga : Keadilan yang Mundur
Masalahnya bukan pada niat, melainkan pada perspektif. Semakin lama berada di lingkar kekuasaan, semakin terbatas pengalaman langsung dengan kehidupan sehari-hari warga. Yang tersisa adalah representasi—data menggantikan rasa, laporan menggantikan pengalaman.
Daniel Kahneman menjelaskan bagaimana manusia cenderung membuat keputusan berdasarkan informasi yang tersedia, bukan kenyataan yang utuh (Thinking, Fast and Slow, 2011). Dalam konteks kekuasaan, informasi yang terbatas pada laporan bisa menciptakan ilusi pemahaman. Elite merasa tahu, padahal hanya melihat sebagian.
Baca juga : Kekuasaan yang Bertahan
Jarak ini berdampak pada keputusan. Kebijakan disusun dengan asumsi yang tidak sepenuhnya sesuai realitas. Program dirancang untuk kondisi ideal, bukan kondisi nyata. Hasilnya, implementasi tersendat, dan warga kembali menyesuaikan diri tanpa dukungan yang memadai.
Mengurangi jarak bukan sekadar soal kunjungan lapangan. Ia membutuhkan perubahan cara bekerja: mendengar lebih banyak, membaca pengalaman warga sebagai data utama, dan membuka ruang koreksi dari bawah. Negara yang dekat tidak hanya hadir secara fisik, tetapi juga secara empatik.
Baca juga : Perubahan atau Pura-Pura
Elite dan realitas tidak harus terpisah. Namun tanpa upaya mendekat, jarak akan terus melebar. Dan ketika itu terjadi, kebijakan mungkin tetap berjalan—tetapi semakin jauh dari kehidupan yang seharusnya dilayani.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.