BREAKING NEWS
 

Negara yang Dipertanyakan

Reporter & Editor :
BUDI RAHMAN HAKIM
Senin, 18 Mei 2026 08:19 WIB
BUDI RAHMAN HAKIM

RM.id  Rakyat Merdeka - Sebuah negara mulai dipertanyakan bukan ketika ia dikritik, tetapi ketika jawaban-jawabannya tidak lagi memuaskan. Di titik itu, publik tidak hanya menilai kebijakan, melainkan arah keseluruhan. Ke mana negara bergerak? Untuk siapa kebijakan dibuat? Mengapa banyak persoalan terasa berulang?

Mei memperlihatkan suasana itu semakin nyata. Pertanyaan publik bertambah, sementara jawaban resmi sering terdengar normatif dan berulang. Penjelasan tersedia, tetapi tidak selalu menyentuh kegelisahan yang sebenarnya. Negara tampak berbicara, namun tidak sepenuhnya menjawab.

Baca juga : Kepercayaan atau Formalitas

Ketika pertanyaan lebih banyak dari jawaban, kepercayaan mulai memasuki fase kritis. Publik tidak lagi hanya meminta solusi cepat; mereka mulai meragukan orientasi dasar kebijakan. Keraguan ini lebih serius daripada sekadar ketidakpuasan sesaat, karena menyentuh legitimasi moral arah negara.

Adsense

Masalahnya bukan pada banyaknya pertanyaan. Dalam demokrasi, itu sehat. Persoalannya muncul ketika negara lebih sibuk mengelola persepsi daripada memperjelas tujuan. Jawaban menjadi defensif, ambigu, atau terlalu teknokratis. Akibatnya, jarak antara bahasa negara dan pengalaman warga semakin melebar.

Baca juga : Suara yang Mengeras

Vaclav Havel pernah menulis bahwa krisis politik modern sering bermula dari hilangnya hubungan antara sistem dan makna hidup nyata masyarakat (The Power of the Powerless, 1978). Ketika bahasa kekuasaan tidak lagi terasa otentik, publik mulai mempertanyakan bukan hanya kebijakan, tetapi juga ketulusan.

Negara yang dipertanyakan masih punya kesempatan untuk memperbaiki keadaan. Namun itu menuntut keberanian untuk menjawab secara jujur, bukan sekadar menenangkan. Mengakui kekurangan, memperjelas arah, dan menunjukkan tindakan nyata jauh lebih penting daripada mempertahankan citra tanpa substansi.

Baca juga : Yang Tertinggal Lagi

Ketika pertanyaan lebih banyak dari jawaban, itu tanda bahwa publik masih peduli. Bahayanya justru ketika masyarakat berhenti bertanya karena merasa tak lagi berharap. Di situlah negara benar-benar kehilangan hubungan dengan warganya.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense