Dark/Light Mode

Yang Tertinggal Lagi

Senin, 11 Mei 2026 08:28 WIB
BUDI RAHMAN HAKIM
BUDI RAHMAN HAKIM
Wartawan Senior

RM.id  Rakyat Merdeka - Setiap kebijakan selalu meninggalkan seseorang. Tidak semua orang bergerak dengan kecepatan yang sama ketika perubahan datang. Ada yang cepat menyesuaikan, ada yang tertahan oleh keterbatasan. Di tengah euforia perbaikan dan percepatan, selalu ada kelompok yang kembali tertinggal.

Mereka jarang menjadi pusat perhatian. Buruh informal yang tidak masuk skema perlindungan, warga pinggiran yang kesulitan akses layanan digital, keluarga miskin yang terlalu rapuh untuk mengikuti ritme kebijakan baru. Negara berbicara tentang kemajuan, sementara sebagian warga masih sibuk bertahan.

Baca juga : Keadilan yang Diuji Lagi

Masalahnya bukan karena negara tidak bekerja. Banyak program berjalan, bantuan disalurkan, dan layanan diperluas. Namun setiap kebijakan membawa konsekuensi distribusi. Yang punya akses lebih cepat mendapat manfaat. Yang terbatas harus menunggu lebih lama—atau tidak mendapat apa-apa.

Kelompok yang tertinggal sering dianggap efek samping yang tak terhindarkan. Padahal justru di situlah ukuran moral kebijakan berada. Pembangunan tidak hanya dinilai dari siapa yang maju, tetapi juga dari siapa yang tertinggal dan bagaimana negara meresponsnya.

Baca juga : Dampak yang Tak Diakui

Zygmunt Bauman menggambarkan modernitas sebagai proses yang menghasilkan “manusia-manusia tersisih” ketika sistem bergerak terlalu cepat bagi sebagian kelompok (Wasted Lives, 2004). Dalam konteks kebijakan publik, percepatan tanpa perlindungan menciptakan bentuk baru dari ketidaksetaraan.

Yang paling berbahaya adalah ketika ketertinggalan dianggap normal. Negara mulai terbiasa melihat sebagian warga tertinggal, publik mulai menganggapnya wajar, dan kebijakan terus berjalan tanpa koreksi. Di titik itu, ketidakadilan berubah menjadi kebiasaan.

Baca juga : Janji yang Menjadi

Setiap kebijakan selalu meninggalkan seseorang. Pertanyaannya bukan apakah itu bisa dihindari sepenuhnya, tetapi siapa yang dikorbankan dan apakah negara bersedia kembali menjemput mereka. Karena negara yang baik bukan yang hanya mampu membawa sebagian orang maju, tetapi yang tidak membiarkan yang lemah tertinggal lagi.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.